Ina

Ahlan wasahlan

Hallo semuaaa, jumpa lagi, setelah 2 bulanan ini menghilang. Alhamdulillah setelah segala sesuatunya itu, kami kembali lagi ke tanah air indonesia. Kembali dari sebuah perjalanan indah, ibadah yang selalu kami impi2kan, yaitu rukun islam ke-5. Alhamdulillah lagi, puji syukur ke hadirat Allah yang tak terhingga, semuanya berjalan lancar. Semoga Allah menerima dan meridloi seluruh ibadah kami, baik rukunnya, wajibnya dan yang sunnah. Menjadikan kami haji yang mabrur dan mabrurah, mengampuni segala dosa2 kami, amin ya rabbal alamin. Kini saatnya kami membuka lembaran baru untuk menjadi insan yang lebih baik, lebih taqarrub kepada Allah dan makin cinta pada rasulullah. Semoga Allah selalu memberi petunjuk dan perlindungan agar diberi kehidupan yang lebih baik ba dal hajj.

Subhanallah, begituuuuu banyaaaaaaaaaak cerita yang ingin dibagi. Kami termasuk jamaah haji gelombang awal. Berangkat pada tanggal 4 November dan pulang pada tanggal 14 Desember. Jadi kami ikut haji tamatu, sebagaimana banyak pula diikuti sebagian besar jamaah Indonesia, yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu, baru haji kemudian. Jadi dari awal kami diintruksikan oleh pembimbing KBIH kami untuk menjaga stamina badan, karena ibadah wajibnya dilaksanakan di akhir. Apalagi kami merupakan kloter 2 SOC/Embarkasi Solo. Jadi begitu haji selesai (wukuf, mabid, lempar jumroh, tawaf ifadhoh, sa i), langsung tawaf wada pada hari berikutnya dan diberangkatkan ke Jeddah untuk segera dipulangkan ke tanah air. Berbeda dengan kloter-kloter berikutnya yang bisa istirahat sebentar dan bahkan melakukan umrah sunnah lagi.

Namun, tak ada yang kami sesali perjalanan indah ini. Karena kami termasuk kloter awal, kita bisa mengalami dan menikmati Kota Madinah dan Makkah ketika belum begitu banyak jamaah yang datang. Walaupun ya sesepi-sepinya Makkah-Madinah ya teteup rame.

Amazing banget pokoknya, subhanallah wal hamdulillah, tak henti2 kami ucapkan. Nikmat dan indahnya berdoa dan beribadah di tempat2 mustajabah. Mulai dari raudhoh di Masjid Nabawi, multazam, makam ibrahim, hijir ismail, dan hajar aswad.

Ina
Ina


Ina
Photobucket
Ina
Ina
1 tahun

2 Tahun

Setiap hari sepertinya ingin menuliskan cerita ttg Nabila. Baik ttg kemajuannya, atau hal minus yang dia lakukan. Setiap hari inginnya menulis berapa skor yang dia dapat dari umminya tercinta. Demi terabadikannya sebuah memory kecil yang indah yang kan terbaca di suatu saat nanti di usia dewasa Nabila. Oke, anakku Nabila, ijinkan kini, ummimu, di usiamu yang hamper 3 tahun di 31 Agustus nanti, menjejakkan coretan untuk evaluasi di hari nanti ttg hal-hal yang membuat bangga Ummi dan Abimu ini, serta hal-hal kecil yang perlu Kau perbaiki nantinya, di usiamu yang kan kian bertambah nanti.

Bangganya Ummi dan Abi, Nabila kini telah :

  • Hapal surat Alfatihah
  • Hapal doa sebelum dan sesudah makan berikut artinya
  • Hapal doa sebelum dan sesudah makan
  • Hapal doa untuk orangtua berikut artinya
  • Sense of pray yang tinggi, suka ikut shalat, walau terkadang mood2an juga
  • Semangat belajar yang tinggi à Suka sekolah, kangen dengan teman2 sekolah, menikmati asyiknya belajar
  • Bisa bahasa inggris nama2 binatang (kucing, singa, monyet, kuda, ikan, burung, burung hantu, srigala, ayam, lumba2, katak, sapi, gajah, tikus, bebek … apa lagi ya …) dan panca indra
  • Menghitung benda 1 – 10
  • Membaca huruf2 alphabet tertentu, A, O, I, N, S, M (hapal N karena namanya nabila, S karena superman, M karena monkey)
  • Membaca qiroati sampai huruf ja
  • Nabila yang ceria dan suka bernyanyi dimana saja, di dalam perjalanan misalnya, sambil naik motor, dibonceng, sambil bernyanyi, lagu apa saja, dari lagu cicak2, balonku, rukun islam, nama2 hari, 1234, 11 aku sayang Allah, dll.
  • Bisa menyusun bermacam2 bentuk puzzle (kalo ini karna kebiasaan dan keseringan)
  • Mau merapikan mainan bila sdh selesai

Apa lagi ya sayang … sepertinya kalo lagi muncul pinternya Nabila, ummi abi terpana olehmu. Namun sayangnya kadang nabila moody. Kadang mau nurut dan bersabar, tapi kadang suka teriak2 juga, suka lupa rapikan mainan. Skor kepandaian dan kemajuan2 yg kamu peroleh dari kami, sepertinya jadi sedikit berkurang karena :

§ Nabila masih suka minum pake dot. Palagi waktu bobo.

§ Kadang masih suka pipis di celana, walo itu sudah di kamar mandi.

§ Kadang suka bikin ulah. Di saat Nabila terdiam, tak ada suara, tidak memanggil ummi abi, justru ummi abi curigation, jangan2 nabila sedang doing something naughty , seperti coret2 crayon di sembarang t4, warnain kuku pake spidol, bikin ‘es campur’, ngabisin tissue, dll. Walo kadang pintar juga maen sendiri dg boneka2nya, pretend being a mother with the babies go to the office. Or jadi teacher ngajarin murid2 spelling words.

Apa lagi ya … terkadang memang lil girl like Nabila bisa juga rewel ‘tanpa sebab’. Ada kalanya beberapa waktu lalu, ummimu ini sampai merasa sedih dan curhat pada beberapa bunda yang lain untuk minta nasehat, solusi dan pengalaman yang telah mereka jalani. Walau ternyata unsur ‘tanpa sebab’ itu ternyata tak ada, jadi memang segala sesuatu ada sebabnya, ada aksi ada reaksi. Rasa cape, ngantuk, tak enak badan, minta perhatian, bahkan mungkin kurang perhatian menjadi unsur ‘tanpa sebab’ tersebut. Rasa sedikit kecewamu, ketika ummi terlambat jemput sekolah, terlampiaskan di saat lain. Rasa sedihmu ketika ummi abimu tak memfokuskan 100 % perhatian padamu. Rasa sesalmu ketika ummi abi berkata “sebentar ya dek … lagi … tunggu ya bersabar …” , kau pun ternyata pintar mengatakan hal yang sama, pdhl waktu sudah mendesak, membuat kami harus bersabar sepertimu di saat yang lalu. Kadang ummi abimu ini dituntut untuk kreatif karenamu. Belajar menjadi perayu ulung, bermanis tutur kata demi dirimu, mencoba untuk melenakan, melupakan keinginan mu yang mungkin tak benar, menghentikan ulah nakalmu yang mungkin kau tak tahu bahwa itu salah. Maafkan ummi dan abimu ini sayang, tak selamanya kami selalu ada untukmu, bersabar, mencurahkan kasih sayang hanya untukmu. Ada kalanya kami mencari sesuap nasi demi kebahagiaan dan kesejahteraanmu. Ada kalanya kami juga merasa membutuhkan waktu untuk melepas penat, beristirahat pada saat yang sama ketika kami juga merindukanmu dan ingin bermain bercanda denganmu. Maafkan ummi abi mu ini, ketika kesabaran tak selalu hadir dalam detik hati kami. Ada kalanya sabar begitu besar, namun kadang kami mengais-ngais sisa2 sabar dalam hati kami. Padahal kesabaran itu tak perlu dibeli, hanya jiwa yang tulus ikhlas mencintai sebagai modalnya.

Oh, cintaku Nabila, usiamu kian bertambah, semoga selalu penuh keberkahan. Ijinkan kami, ummi abimu ini, membantumu membuat hidupmu bermakna, mengukir kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang tak semu, kebahagiaan dunia dan akhirat.

Nabila, buah hati ummi dan abi, bersediakah kau menjadi kebanggaan kami, jalan kami peroleh SurgaNya?.

Nabila sayangku, semoga seiring berjalannya hari2mu, selaras juga dengan kemajuan kepandaian, pengetahuan/ilmu dan kecerdasan fisik, mental, rohani, religi, ibadah mu. Serta kecintaanmu pada Allah SWT.

Anakku Nabila, begitu besarnya yang Allah telah beri, keluarga kecil yang indah, anak yg pintar dan salihah, amiin, insyaAllah. Semoga Allah selalu membimbing kita semua, mendapat ridloNya, bersama2 menggapai jannahNya.

Nabila, anakku sayang, terimakasih …

Ummi dan abi sayaaaang padamu …

Ina
Pernahkah, anak anda mengalami hal sedemikian rupa ...
The Corner punishment, kami menyebutnya. Untuk kesalahan/kenakalan yg dilakukan Nabila, maka 10 menit diam di pojok ruangan. Well, sekarang itu sudah tidak berlaku lagi. Dah ga mau disuruh diam bentar aja. Ya lumayanlah jepret sekali buat kenang2an ^_^.
Ina

Itulah kata yang kami ucapkan atas kedatangan Mas udin dan ibunda tercinta di Kota Liwa, tempat domisili kami sementara ini. Datang Jumat Pagi tanggal 20 Juni lalu, pulang Sabtu sore. Sangat singkat, ga sebanding sama perjalanannya. Secara Liwa itu mau ga mau dari Tanjung Karang, bandar lampung harus ditempuh jalur darat selama kurleb 5 jam.Padahal berangkat dari Demak, mampir ke Bekasi sebentar di tempat adiknya ibu (bule'). Mau naik pake pesawat juga tetep harus menempuh jalur Tanjung Karang - Liwa yg segitu lama dan jalannya berkelok2, maklum jalan menuju gunung hihi.

Terimakasih ibu dan mas udin yang udah nengokin kita, memberi kita charge semangat untuk slalu optimis, ingat kebesaran Allah, slalu bersyukur dan menikmati hidup.
Nabila seneeeeeng banget, palagi dikasih oleh2 baju, yg kitanya juga. Hasil jalan2 ibu di pekalongan.


Sayangnya di Liwa kurang hiburan, ya sudah akhirnya si abi sama Omnya Nabila ini maen PS di rumah. Jalan2nya juga cuman di deket2 aja, ga sempet ke Pantai, Danau Ranau dll. Hihi ... ibu dikasih tahu jalan ke Rumah dinas yg atas aja dah pengen pulang ke rumah aja, soale jalannya naik, sepi ga ada toko. Mangkanya itu pula pertimbangan kami ambil rumah yg di deket komplek perkantoran di bawah. Ya gitu deh tempat kami, penuh dengan kesederhanaan. Gpp, dinikamtin aja, toh ga lama ada disini. Doakan kami yaa ...
Hihi ... Lain kali ga usah kemari lagi ya bu, kasihan cape, biar kitanya aja yg pulkam ke Jawa :). Tunggu kami sebentar lagi, mungkin sekitar pertengahan puasa nanti.

Label: 7 komentar | edit post
Ina
Liwa yang asri penuh dengan bunga-bunga di setiap halaman rumah penduduk.
Mawar Pink yang indah

Tak ketinggalan gadis kecilku, Nabila ...
hihi .. kumel banget anakku

oo gadis kecil penjual bunga ...

Ina

Bahwasanya dalam kehidupan, diciptakan dalam pasangan-pasangan. Ada sedih-gembira, besar-kecil, panjang-pendek, tebal-tipis, gendut-kurus dll. Begitu pula dengan kehidupan itu sendiri ada kematian yang kan menyertainya. Karena sesungguhnya semua akan kembali kepada Sang Empunya segala, Sang Maha pencipta, Allah Yang Maha Kuasa. Suatu keharusan apabila kita selalu menunduk ke bawah, mengakui keagungan Allah, mensyukuri segala nikmat yang telah diberi dan mohon ampun atas segala dosa. Apalah dan siapalah kita, hanya hamba yang dhoif, yang kecil tapi menuntut terlalu banyak. Apa yang telah kita lakukan? Terlalu hina kita di hadapan-Nya. Tapi kewajiban kita untuk selalu optimis meminta ampunan-Nya, mendapat perlindungan dan cinta-Nya. Hal yang sangat mudah untuk Allah mengambil nyawa-nyawa kita. Hanya soal waktu, astaghfirullahal adzim. Sudah cukupkah bekal kita?

Begitu banyak orang-orang di sekitar kita yang satu persatu telah kembali padaNya. Dan tentunya kehilangan orang2 yang tersayang semakin menambah rasa keimanan dan kecintaan kepada Sang Rabb, semoga. Seperti yang saya alami dalam beberapa waktu ini *mungkin begitupun anda*. Akhir Maret kelabu ketika suami kakak saya menghadap kepadaNya. Seorang teman saya di kala itu pun menyempatkan untuk ta’ziah ke rumah kakak. Tak lama ternyata suaminya pun kembali ke hadirat-Nya. Meninggalkan teman saya tersebut yang sedang hamil 7 bulan. Selang 3 hari, waktu berhenti untuk teman 1 profesi dan sedaerah dengan suami. Berikutnya adalah ibunya teman sekantor. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga amal-amal mereka di terima Allah, diampuni segala dosa. Semoga ketabahan, kesabaran dan perlindungan Allah bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ctt : Belasungkawa yang paling dalam teruntuk

- Suaminya Ajeng (FH Undip 2001)

- Pak Fathan (PA Liwa)

- Ibunda Pak Tatap

Ina
Libur tlah tiba ... hurray ...
Tapi Nabila libur gini, walau ga masuk sekolah malah masuk kantor. Hebat yaa .. ceritanya magang nih hehe ...
Btw, sebelum liburan tiba, Nabila rapotan dulu nih... liat hasilnya yaa ...
Nilai amat baik di berikan pada hal keberanian, inisiatif, keramahan dan aktivitas. Nah kalo hal kerjasama, berdoa dll dia baik saja. Emaknya ga bisa protes. Orang jelas kliatan, waktu ada acara di Radio, Nabila ga kooperatif banget. Saatnya dia tampil, malah nggak mau. Padahal yg dia mau tampilin tuh dah biasa banget dia kerjakan . Jadi kuciwa emaknya niih ... Tapi alhamdulilah juga secara Nabila 31 Agustus ini mau 3 th. Semoga Nabila makin giat sekolah. Menurut pemikiran kita sbg ortunya siih, sepertinya aktivitas sekolah dia selama ini kurang memberikan perkembangan berarti. Paling hanya progress sosialisasi dan nafsu makan yg bertambah kalo lagi di sekulah. Selain itu kayaknya belum begitu tajam kemajuannya. Kalopun ada skill hapalan Nabila ttg bahasa inggris, doa2 lebih dikarenakan pendidikan dalam keluarga. Bukan berarti meremehkan sekolahnya, mungkin dikarenakan Nabila baru sekulah di situ selama 3 bulan ini. Mangkanya di rapotnya pun tinggi, berat badan, pemeriksaan giginya kaga ada. Doakan ya teman2 , Nabila makin ppintar dan shalihah, amiin.

Ina

- Once upon time, lagi chat sama temen, then they asked me to go to their home. Segera bergegaslah saya ke rumah mereka. Walau jauh, akhirnya ku temukan juga. Selang beberapa detik saya telah sampai ke sebuah benua lain di bumi di mana saya berpijak. Tak berapa lama saya berjumpa dengan mbak Amee, saya pun minta ijin beliau tuk diperbolehkan main ke rumahnya. Juga, tak lama akhirnya saya sampai di East London, di pertigaan high street saya menuju street dimana mbak amee tinggal. Sebuah gedung dimana terdapat tempat parkir luas di sampingnya. London masih subuh kala itu. Kuteruskan perjalanan menyusuri aunty bakery, somewhere in London street, menyusuri jalan2 dengan sungai disisi. Belum lama berjalan, ingin rasanya hati ini pergi ke tempat indah lain. Menara Eiffel pun jadi tujuan. Banyak pemandangan indah dari berbagai sudut. Taman2 di sekitar icon paris itu pun terlihat sangat indah. Suddenly, “ummi … ummi … main gajah yuuk”. Wadduh di jalan ini ga ada gajah sayaaang. Tersentaklah diriku, ku hanya menyusuri dunia google *google earth*. Saatnya kini kutemani Nabila main game animalsnya.

- Another time… Rindu rasanya dengan keluarga, dengan ibu. Ku segerakan diri menuju Demak Kota Wali dengan Masjid Agung Demaknya. Menyusuri alun-alun kota, sekedar mencari bubur kacang hijau. Tapi yang dicari tak ada, jagung bakar, kedai kaki lima pun tak ada samsek, sepi kala itu. Suddenly, gelap, ku tak melihat apapun. Oo … ternyata listrik mati. Aku hanya melihat layer gelap di depanku.

- Ya sutralah …

- Pada suatu waktu, di saat hati ini lega, pikiran lagi cemerlang, I feel how wonderful life that I have. Keluarga kecil bahagia. Ada suami, ada anak, pekerjaan, uang (yang penting cukup , alhamdulillah), ada teman-teman yang baik dan hal-hal baik lainnya. Alhamdulillah …. Melihat Nabila yang amazing. Bersyukur punya semuanya itu. Ya Allah … terimakasih atas segalanya. Jadikan aku sebagai hamba yang selalu bersyukur.



Ina


Kalau ditanya hal apa yang membahagiakan di Liwa kepada saya. Saya tanpa ragu menjawab Martabak Keju vs Cappucino. So simple thing. Kadang hal yg sederhana tapi dengan seluruh penghayatan hati kan terasa nikmat di jiwa. Well, Liwa merupakan daerah dingin, tentu saja hal yang menghangatkan lebih terasa indah dibanding sesuatu yang hangat tersebut di rasakan di daerah yg sama hangatnya. Ngomong apa sih aku?

Martabak keju hangat mmm yummy … minumnya cappuccino hangat pula. Itu sih kesimpulanku selama 3 bulanan di sini. Jajanan yg gampang ditemui disini. Ya soalnya memang dari dulu di manapun saya berada, salah satu makanan favourit adalah martabak keju. Jangan tanyakan makanan yang lain ya? Sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya.

Hal lain yang nikmat adalah juice apukat bikinan sendiri yang buahnya ambil dari pohon apukat yg bejibun di kantor. Soalnya rasa mbayar *ra usah bayar*, gratisan bo.

Hal indah lain di Liwa adalah bunga. Di mana-mana, baik itu rumah, kantor, sekolahan dan gedung2 lain. Bunga adalah dekorasi yang wajib dipampang. Mawar merah merupakan pemandangan yang biasa disini. Tumbuh di tanah pekarangan, tanpa pot, mekar dengan indahnya. Begitu juga bunga2an lainnya, merah, kuning, ungu, pink dll.
Betapa itu semua adalah kebahagiaan yang sederhana.

Ina

Hulla hulla ...
Sekarang pada lagi heboh Uero 2008 ya?. Konon katanya Euro 2008 menyebabkan banyak orang yg berdomisili di Sumatra membeli layanan Indovision. Tahu sendiri di daerah luar Jawa sebagian harus memakai parabola untuk melihat TV. Nah kalo parabola biasa, progam station RCTI, TPI, GlobalTV yg lagi nyiarin bola ga mau muncul. Lalu bagaimana dengan kami?. Hehehe wahai PT MNC kami punya solusinya tanpa membeli produk anda. Dari parabola biasa kami dapat siaran bola dari TVTL, Tvnya orang Timur Leste. Walau si Abi kagak ngarti bahasanya, yang penting bisa menikmati secara visualnya. Eits, rahasia niih ...
Kalau bagi eykeh, ga ngaruh bo', ada Bola or tidak, teteup tidur nyenyak. Cuman jadi ikutan suka lagunya aja. Soale penuh semangat.
Btw, mau mengucapkan terimakasih sama Mbak Nia yg menyulap le ot ini, jadi lembut dan adhem. Disela2 kesibukannya bisa menyempatkan diri ngecat blog ini. Makasih ya mommy Rayna ...
Nah di akhir postingan kali ini, mau kasih liat foto Nabila dkk dan guru2nya di sekolah Paud Alifnya. Umpyek2an :)



Ina

Okeh, tak kenal maka tak sayang, perkenankan kali ini kami bercerita sedikit tentang tempat tinggal kami kini, at least for 3 years. Nggak tahu ntar pindah lagi kemana :). Kalo segala hal tentang Kota Liwa sendiri sih ada disini atau situs pemkotnya di http://www.lampungbarat.go.id/, tapi di bawah ini cerita versi kami yg belum lama tinggal disini. So, simak baik2 yaa ...
1. Kondisi Geografis
Cuaca dinginnn karena daerahnya yang di pegunungan, berbukit2 dan jalan menuju Kota Liwa yang naik dan berkelok2. Kadang paginya berkabut, kita ngomong biasa aja kayak org merokok :). Yaah .. cita2 maen ke luar negri, setidaknya kesampaian hawa dinginnya disini hehe :D. Bagi yang pengen gaya2an pake jacket bulu, syal, boot, bolehlah disini. Asal jangan pagi2, soale terik juga sinar mataharinya. Ntar dikira orgil lagi :D. Tapi, kalo kami ga pake boots kok, soale dipikir2 terlalu lebi disini.
Liwa juga terkenal dg kota gempa. Bahkan dulu rumah yg kami tinggali sekarang, katanya jadi tempat pengungsian dan kumpulin mayat2 korban gempa. Hiii syeremmm. Alhamdulillah sih aman2 saja kok sampai sekarang, doakan yaa ga gempa2 lagi. Owiyah, karena kondisi yang rawan gempa tersebut pula, masih banyak penduduk yg berumah kayu. Palagi memang sudah menjadi kebudayaan org sumatra untuk menggunakan rumah panggung. Walau sudah banyak pula rumah2 tembok bertingkat.
2. Kondisi Perekonomian
Harga2 disini relatif tinggi, dibanding di Jawa, bahkan kota2 sekitarnya. Misalnya saja 1 contoh harga elpiji, sebelum ada kenaikan BBM aja, sudah 70rb rupiah. Palagi sekarang, berapa ya? belum beli lagi, jarang masak sih hehehe :D. Bahkan dulu waktu masa penantian sebelum kenaikan harga BBM, bensin eceran sempat mencapai Rp. 15 rb. Maklum pomp bensin disini cuma atu. Slalu antri, palagi kmrn2 ntu, naudzubillah deh panjangnya.
Disini ga ada mall, mini market franchise sekalipun. Gara2 itu pernah beli produk kosmetik palsu. Lha iyalah, jd tidak terjamin kualitas produk yg kita beli kan kalo kek gitu. Soalnya dimana2 tersebar toko2 baik gede maupun kecil. Tp sekarang dah tahulah mana toko yang jaminan mutu.
Jangan kaget, disini segala fast food ga ada. So Pizza, burger, fried chicken, jauh2 dah. Nugget aja disini ga ada yg jual :(. Musti nitip ke kota sebelah. Tapi kalo produk2 pakaian, jilbab bermerek ada juga sih disini. Cuman ya itu, kurang beragam, walo cukup up to date.
3. Kondisi Soasial Budaya
Setahu kami, baik2 penduduknya. Soale pernah temen chat yg orang lampung asli sendiri malah sering mempertanyakan pada kami *Lho gimana sih nih org*. Ras Jawa sangat banyak disini. Kadang bahkan bisa kita lihat dari bentuk rumahnya, kalo bukan rumah panggung berarti punya org Jawa. Walau ga semuanya juga sih.
Secara disini banyak sesama pendatang, kami sekantor malah seperti keluarga. sering berkunjung, membawa oleh2 dan maen.
4. Aspek Entertainment
Wah binun juga ga ada hiburan disini. Kalo bagi Nabila paling perosotan dll di lapangan. Ga ada entertainment center disini. Kalo ga gitu, Nabila diajak abinya liat Bola. Nabilanya sih seneng aja2,keprok2. Nah, bagi diri ini, dimanagituh lhoh aspek ngehiburnya :D. Hiburan bagiku kini paling cuman blanja ala kadarnya, bisa kebutuhan Nabila,kluarga palagi buat pribadi. Ga ada mall gpp deh, yg penting blanja hihihi. Selain itu nonton Tv di rumah lumayan ngehibur, secara disini pake parabola semua, jadi malah bisa liat siaran internasional. Sayangnya ga semuanya ada translate englishnya. Kan lumayan tuh ga perlu beli DVD korea/asia lainnya hehe.
Yaps, sementara itu dulu, ntar diinget2 lagi deh, kalo ada yg kelupaan kita tulis lagi untuk postingan berikutnya. Makasih tuk membaca sampai di titik ini :).
Ina


Kita mau mengucapkan Ulang tahun pada tanggal 1 Juni kemaren, untuk mbak ku tersayang, Dian Nafiatul Awaliyah yang ke 32. Semoga usianya selalu penuh dengan keberkahan, diberi kemudahan dalam menjalani hidupnya yg kini single parent untuk 2 anaknya. Selalu dalam perlindungan Allah, diberi kesehatan, kekuatan, dan kesabaran.
Hiks, jadi seddih nih cerita ttg mbak Nafi. Kemaren waktu telepon si mbak, bliao bilang dapat kado indah, mimpi ketemu suami tercintanya. Ya Allah berilah kekuatan untuk mbak ku ini. Bliao ceritanya seneng tapi sambil nangis juga. Ibu di demak juga jadi bolak balik terus semarang-demak. Kalo kata mbak Nafi, ibu jadi merawat mbak nafi seperti dahulu kala. Yang jelas sih ibu ngurusin cucu2nya. 2 hari sekali nginep di rumah mbak Nafi, atau kalo ga bawa cucunya ke Demak. Semoga ibu juga diberi kekuatan fisik & batin. Amin Ya Rabbal Alamin ...
Ina
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Telah berpulang ke rahmatullah Abdul Halim bin Abdush Shomad
Pada hari Minggu, 6 April 2008
Suami dari mbak Nafi (kakak ipar Ina)
Semoga segala amal-amal beliau diterima oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa2nya


Beliau meninggalkan seorang istri dan 2 anak, Muhammad Hasan (3,5 tahun) dan Fatimah Azzahra (1,5 tahun). Semoga Allah memberikan ketabahan, ketegaran dan kekuatan. Hanya kepada Allah kita mohon perlindungan dan doa, dan hanya kepada Allahlah kita berserah diri.

Manusia hanya bisa berencana, namun Allah lah Sang Maha penentu. Sama sekali tidak menyangka akan kehilangan begitu cepat seorang Mas Halim. Kakak ipar Ina, Pernikahan mereka barulah berjalan 6 tahun. Sosok yang baik dan selalu penuh dengan husnudzon. Yah, sifat husnudzon sangat menonjol pada beliau. Beliau insyaAllah berpulang dalam keadaan khusnul khotimah, ketika beliau sedang dalam perjalanan menunaikan maisyah untuk keluarga tercinta. Senyum menghiasi wajahnya di saat terakhir. Para penta'ziah pun tak terbendung. Mereka tak sekedar datang berbela sungkawa, tapi ikut menshalati jenazah. Banyak kyai-kyai besar dan ulama yang ikut serta turut hormat di saat terakhir. Semoga hal ini menjadikan keluarga yang ditinggalkan untuk semakin ridlo dan ikhlas akan suratan takdir ini. Selamat jalan Mas Halim ...
Ina
maAlhamdulillah wa syukurillah, kita sekeluarga sudah sampai di Liwa, Lampung Barat tanggal 21 Maret kemaren. Setelah menyelesaikan segala hal termasuk SK pindah, berkas2 kepegawaian, gaji dan uang insentif terakhir. Waaah banyaaak banget cerita yang ingin dibagi niiih. Yook dilanjut …
Nah sebelum sampai di Liwa pada hari jumat magrib, seninnya ada sedikit ceremonial pisah2an dari temen2 di ruangan. Duh miss u all guys … disini sepi bangett. Ga ada celotehan2 lucu dan banyolan kalian.



Tanda Cinta & kenang-kenangan dari temen2




Tak lama pasca kedatangan kami di Liwa, sang abi tercintrong bak seorang guide mengajak kami keliling kota. Padahal keadaan rumah kami seperti kapal pecah, sepertinya tidak cukup 1-2 hari untuk merapikan semuanya. Alhamdulillah keadaan Nabila dan kami sehat serta baik-baik saja. Especially saya sendiri rasanya exited aja menghadapi pengalaman baru, daerah baru, kantor baru, teman2 baru dll. Walau dalam perjalanan menuju Liwa, saya dibuat terkaget2 sekaligus sebel dengan jalannya yg berliku2, bahkan Nabila sampai muntah2, secara jalan menuju gunung gituh loh. Sesampainya pun makin kaget dengan airnya yang sedingin es, brr … dingiinnn. Oh no … but I believe sooner or later I will get used to it. Well, apa mau di kata setidaknya kita mungkin 3 tahun tinggal di sini.
Di sini kita bertemu dengan banyak saudara baru, temen2 kantor dan keluarga mereka yang kebanyakan juga sesama perantauan, di tugaskan di Kota ini karena tugas Negara. Bersilaturahmi ke rumah2 mereka membuat saya sadar, bahwa banyak keluarga yang bernasib sama seperti kami, berpindah2 dari satu kota ke kota lain di penjuru nusantara ini. Banyak masukan dari pengalaman2 mereka yang membuat saya mangambil napas panjang dan membuat relung hati ini tersenyum. Senangnya … inilah rupanya hal lain yang bisa saya dapatkan disini. Lalu bagaimana dengan Nabila? Coba tanyakan padanya betah ga ya dia disini? Yang jelas dia baik2 saja kok, ikut serta menikmati suasana baru ini. Namun yang tidak bisa dipungkiri adalah situasi baru ini, menyebabkan Nabila semakin nempel kayak lem sama emaknya, ga mau pisah samsek. Bahkan di sekolah barunya pun sepertinya prestasinya jadi kurang bagus, padahal di hari pertama sekolahnya cukup membuat saya bangga. Di hari2 berikutnya Nabila jadi suka seenaknya dan ga nurut ibu guru, sukanya nempeeel terus sama umminya. Jadi seddiih … dan capek … Saya mencoba untuk menyelami alam pikiran Nabila, semua ini mungkin dikarenakan dia belum punya teman dekat seperti teman2nya di Tangerang dulu. Doakan ya, semoga hal ini cepet berlalu.Kalo dihitung2 kami baru sekitar 2 minggu-an di sini. Nabila sudah hapal ‘ruangannya’ tiap kami baru tiba di kantor, secara Nabila ngikut di mana pun daku berada. Kami sudah merasa akrab dengan Pak Haji pemilik toko kelontong langganan kami, hehe hampir setiap hari kami datangnya ke tempatnya. Pak Haji akan menyapa Nabila dengan sebutan cucung, disambut dengan ketawa Nabila yg ngakak sekaligus geli mendengar nama panggilan yang asing untuknya. Oia, kita juga sudah melakukan perjalanan wisata ke pantai Krui lho. Baguuus banget pemandangannya, tapi ya itu ‘tidak sebagus’ perjalanannya, penuh dengan kelok2, gunung gituh lhoh. Jadi jalanan aspal itu bagai membelah gunung. Bagus di pandang mata, tapi perut rasanya sedikit mual. Anehnya, walo perjalanan ke Krui Cuma 1 jam, tapi udara dan airnya biasa, tidak sedingin di Liwa.




Waaah, kapan2 cerita lagi deh ttg segala hal di Liwa. Tentang jalannya, jualannya, orang2nya, angkotnya, pasarnya dll. Oh iya tentang kantor baru juga, lengkap dg temen2 kantor dan pak boss yg baik2. Alhamdulillah … jadi intinya adalah kita mulai menikmati hidup baru di sini. Kalo kata Santi “selamat menikmati hidup baru”, kyk penganten baru ajah. Sekali lagi, terimakasih atas support dan doa teman2 semua. Love and miss u all …

Ina
Habis pulkam, ternyata PR numpuk, oke deh tingal copas aja ini. Makasih ya prend :)
~~Begin Here~~ This is the easy way and the fastest way to :
1. Make your Authority Technoraty explode.
2. Increase your Google Page Rank.
3. Get more traffic to your blog.
4. Makes more new friends.

Rules :
1. Start copy from “Begin Copy” until “End Copy” to your blog.
2. Put your own blog name and link.
3. Tag your friends as much as you can.

Picturing of Life, La Place de Cherie, Chez Francine, Le bric à brac de Cherie, Sorounded by Everything, Moments, A lot to Offer, Blogweblink, Blogcheers, Bloggerminded, Blogofminegal, Like A Dream Come True, Simply Amazing, Amazing Life, Vivek, Novee, Ichaawe, Anggangelina, Eiven ,PuTLie, Nta, MamaVian ,Dessy Fitriana,dessycherryponie, Nyi IteuNg AKA Vina, Bunda Abrar (Nana)

~~END HERE~~ Copy the entire list and add your name at the bottom.

Tag at least 5 friends..!
Karena aku kyknya paling ketinggalan ngerjain ini, semaunaya dah pada dapat kali yaa... :D so buat semuanya aja deh ...
Ina
Alhamdulillah... akhirnya .. lagi
Kita dah sampai di rumah bunda tercinta di Demak. Menikmati hari2 kebebasan. Bebas dari rutinitas kantor. Bebas kruntelan sama Nabila. Mumpung belum aktif lagi di kantor baru di Liwa, lampung Barat. Kumpul2 sama saudara2 yang ada di sini. Senangnya ... hidup damai ... tak ada tekanan apapun. Sekalian juga menyelesaikan beberapa urusan di sini yang berkaitan dengan agenda kehidupan kami yang sudah kami impi2kan. Doakan lancar semua yaa?. Btw, maap ya kalo beberapa waktu ini belum bisa BW ke tempat temen2.
Ina
Finally ... (part 2)
Akhirnya ... kita nonton Ayat Ayat Cinta hari Sabtu kemaren, rame bo. Awalnya suami dah males saja untuk antri dan berebutan bersama sorak sorai para abg. Palagi sepupu sempet nawarin CD bajakan AAC yang dia punya, duh baru beredar kok dah ada bajakannya? Say No to piracy! special indonesian product hehe. Tapi demi sang istri tercuintah :D. Akhirnya bliawlah yg ngantri, dan daku cukup mensupportnya dari samping di tempat antri film laen yg kebetulan ga banyak peminatnya.
Di sepanjang film, sebenernya mulut saya tak sabaran untuk mengomentari segala macam yg ada di layar lebar tersebut. Namun demi alasan etika, saya tutup rapat mulut ini dan cukup berbisik2 kecil pada sang suami. Well, kalo mau mengkritisi film ini dibandingkan novelnya sepertinya banyaaaak sekali. Kalo boleh dibilang ibaratnya ada alur yang sepertinya menodai kesucian novel Habiburrahman El Shirahzy ini. Film ini lebih banyak ditonjolkan kisah percintaan di banding nilai agamanya. Kekecewaan itu juga saya dapat dari adik saya yang di sana. Cukup satu yang adik saya bilang, kok ceritanya beda?. Tentu saja itu amat sangat dimaklumi karena agar lebih bisa menarik nikmat pasar *pasar baru kalee :D*. Disini saya tidak akan menceritakan secara detil kisah2 dan alur dalam film tersebut. Saya bisa ditonjokin sama yg penasaran pengen nonton dan ingin dibuat surprice oleh ceritanya disana. Biar pada makin penasaran buat nonton gitu :D.
Namun bila dilihat dari sisi lain, tidak untuk membandingkan alur novel sejatinya, ini merupakan film bagusss. Secara kita tahu sendiri perfilm-an di Indonesia. Film ini adalah sesuatu hal yang baru. Ada hal-hal di film tersebut yang membuat saya meneteskan air mata haru, senang dan sedih. Saat senang adalah ketika ... kasih tahu ga ya .. :). Ah saya tidak tahan untuk tidak menuliskannya. Saat membahagiakan adalah ketika akad nikah usai, Fahri pun melihat Aisyah dari kejauhan. Senyuman pun menghias wajah Aisyah dari balik cadar, bersamaan dengan tebaran-tebaran bunga mawar dari langit langit balkon. Sedangkan saat sedih adalah ketika ... wah jadinya malah saya ntar menceritakan keseluruhan kisah ini, jadi ga surprice. Udah ya .. ga usah saja hehe. Yang jelas saya rekomendasikan film ini untuk anda. Tidak sekedar melihat tontonan bertema cinta abangan tapi yang mendidik dan syarat akan agama. Oke deh, saatnya giliran anda, ayo jangan sampai ketinggalan. Jangan nunggu sampe di puter di TV ya .. :)
Ina
Ibu-ibu di Indonesia kini sedang dirundung kecemasan, disebabkan oleh issue adanya bacteri Enterobakter Sakazakii pada susu formula yang beredar di pasaran. Tim peneliti IPB menemukan bakteri enterobacter sakazakii terkandung dalam susu formula dan makanan bayi. Dari 22 sampel susu formula yang beredar pada April hingga Juni 2006 sebanyak 22,73 persen di antaranya mengandung bakteri. Selain itu, dari 15 sampel makanan bayi, 40 persen ditemukan bakteri. Wow serem kan? Katanya penelitian ini sudah dilakukan dari tahun 2003-2006. Namun sayangnya belum ada kesinkronan dengan pihak Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) untuk mengumumkan merek susu apa saja yang mengandung bakteri tersebut. Pihak BPOM mengatakan bahwa effek maksimalnya adalah penyakit diare, berbeda dengan peneliti IPB yang mengatakan pemakaian dalam jangka waktu lama menimbulkan infeksi pada pencernaan hingga infeksi otak.

Menurut berita di televisi, kamis ini pihak peneliti IPB akan segera melakukan pers Conference untuk memberikan informasi yang akurat. Well kita tunggu saja ...

Nah sembari menunggu itu, saya cari info di sini, dan memang tidak jauh berbeda hasilnya dengan peneliti IPB. Nah saya copas kan hal yang di akhir saja ya, yang merupakan tindakan preventif akan bacteri Enterobacter Sakazakii ini :
Certain steps can be taken immediately, however, to prevent or mitigate E. sakazakii disease. In a joint conference on infant formula safety in February, 2004, the World Health Organization and Food and Agriculture Organization of the United Nations made the following recommendations: 1) encourage industry partners to develop a range of affordable sterile formula options; 2) consider setting an industry standard for Enterobacteriaecae and E. sakazakii in infant formula; 3) inform infant caregivers of the risks associated with nonsterile, powdered formula; and 4) consider feeding high-risk infants sterile formula if they cannot breast-feed (39). The findings of our case review suggest that all neonates as well as premature infants should be included in this high-risk infant category. The American Dietetic Association has issued guidelines for infant formula preparation, storage, and administration; these should be followed by infant caregivers in hospitals and private homes (40). Rapid reporting of cases by clinicians could streamline data collection by local health departments and more rapidly resolve remaining questions about this illness. Manufacturer warning labels on powdered infant formula packages should stress that powdered infant formula is nonsterile and requires proper preparation, handling, and storage, and that sterile, liquid formula alternatives are available. These actions, adopted in whole or in part, may decrease the infectious risks associated with powdered formula and prevent this rare but potentially devastating disease.

Jadi bagaimanapun juga ASI memang yang terbaik untuk bayi. Selain itu, dituntut pula kerja sama dan kesadaran para produsen susu formula untuk lebih memperhatikan kesterilan bahan dan proses pembuatan. Selanjutnya terhadap para konsumen susu formula harus menyiapkan dalam keadaan steril baik susunya, botol, dan tangan harus dicuci bersih. Karena hal itu dapat mengurangi resiko potensi untuk tertularnya bakteri ini. Itu sih kesimpulanku sendiri lho, untuk kevalidannya kita tunggu pers conference dari tim peneliti IPB saja oke :)
Ina
Senin kemarin saya lalui dengan sebuah perjalanan kecil di sebuah kota yang tak lama lagi saya tinggalkan. Agak sedikit melelahkan dan membosankan sebenarnya. Tapi ini adalah hari-hari terakhir saya disini. Saya mencoba menikmati detik demi detik. Di tengah titik-titik hujan menetesi bumi, payung biru langit menemani saya. Berdiri satu detik di depan sebuah air mancur, keluar dari Mahkamah Agung melalui Kementrian Kesejahteraan Rakyat, Mahkamah Konstitusi, Departemen Perhubungan, Departemen Komunikasi Informasi, akhirnya sampailah pada tempat yang dituju, Halte Transjakarta. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke DepKumHam. Saya disambut dengan keriuhan orang berbaju merah, oo ternyata ada pengajuan partai baru-lagi-. Tak seberapa lama saya memberikan sebuah amplop coklat dari BKN, saya tersungkur di keheningan. Bersujud pada Sang illahi Rabbi, karena waktu dzuhur telah tiba. Saya nikmati pula perjalanan ke Kalideres dengan hawa kantuk yang berdera. Tak terasa saya sudah sampai di terminal terakhir.
Jadi ingat waktu-waktu terakhir yang di alami Mbak Dina Sulaeman di Iran, bagaimana dia benar2 memanfaatkan waktu dengan sebaik2nya, sampai kemudian menghasilkan sebuah buku Pelangi Di Persia. What can i do? not much ... nothing ...
Paling nikmati jalan2 di Mall, secara di sana ga ada. Nikmati buku2 edisi terbaru yang best seller, DVD etc. Saya kan ganti itu semua nanti (hopefully) dengan berjalan di tepi pantai, bermain2 pasir, menghirup segarnya udara kota kecil Liwa. Fasilitas entertainment boleh berkurang, jadikan sebagai moment untuk lebih berproduktifitas. Produktif untuk ibadah, keluarga, dan sedikit kerja, juga untuk kegiatan menulis di blog dll. Doakan ya kawan ...
Sebuah kata yang sama kami ucapkan "Alhamdulilah ... akhirnya ..". Setelah perjuangan tenaga, waktu dan pikiran untuk memprosesnya. Finally ... Abi, ku kan datang sebentar lagi. Berjuang bersama membangun bahtera rumah tangga yang lebih indah. Nabila ... bahagialah dirimu kita berdua kan selalu ada untukmu di setiap minggu, hari dan waktu.
Ina

Hawa dingin dan sendunya awan menyambut terbukanya mata buah hatiku hari ini. Tak secerah hati ini
Saya : Assalamualaikum, selamat pagi
*penuh dengan senyuman*
Nabila : Kumsalam, pagi
*senyum pula*
S :
Ayo baca doa bangun tidur dulu
Bersama2 kami mengucap
Alhamdulillahilladzi .. ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilahinnusyuur…
S :
Nabila sudah sehat yaaa ..
N : Iya dah seat, mayen bila muntah-muntah, kena baju sobeyi *strawberry*, disini, lalu Bila lepas bajuna, ini sama ini *nunjuk atasan dan bawahan*.
Waah, dah cerewet lagi nih, dah sembuh bener berarti.
S : Kemaren Nabila minum obat yaa
N : Iya, obat sobeyi. Abi manna, yampung ya?*lampung*,
Ummi manna?Mbak fiti manna?
Ealaah, pagi2 dah absent orang2
S :
Pinter ya mau minum obat, siapa yang sih yang pinter, ini sipa siiih … sambil uyel2 Nabila
N :
Sobeyi
Hihi .. strawberry melulu , gini nih kalo hobbynya strawberry. Dari baju favenya, buku mewarnai, film kartun, makanan semuaaa rasa strawberry.
Alhamdulillah senengnya hatiku. Semua pasti tahu hal yang menyedihkan bagi seorang ibu adalah bila anaknya jatuh sakit. Nah itu yang terjadi rabu sore kemaren, begitu saya pulang dari
Delta FM untuk mengambil hadiah buku Pelangi di Persia dari Mbak Dina Sulaeman dan Delta. Padahal paginya Nabila masih senat-sehat saja, saya ke kantor dengan perasaan seperti biasa juga. Bahkan paginya sebelum berangkat ke Ratu Plaza saya sempet BW dulu sebentar, dan nitip rumah sama bunda Najwa. Owiyah, makasih ya Bund, dah jagain rumah kita. Alhamdulillah aman kok, ga ada yg ilang. Juga buat mbak Ninie yang udah nyapuin daun-daun kering segala.
Nah kembali ke sakitnya Nabila. Rabu sore dah agak demam, langsung dikasih parasetamol. Tapi gak lama kemudian muntah-muntah, banyak lagi. Karena dia cuman minum susu botol, keluarnya susu semuaa. Nabila jadi agak rewel pula, rengek-rengek, ga seperti biasa. Malamnya apalagi, ga bisa tidur tenang, muntah2 lagi. Paginya langsung deh pergi berobat, sebelumnya dah mau makan roti dikit tapi ternyata muntah2 lagi. Sedddiiiih rasanya. Hari itu, saya tetep berangkat kerja, walo agak siang. Jam istirahat siang pun saya pulang untuk menengok Nabila, ternyata dia juga agak rewel karena sembelit. Duh makin sediih rasanya. Nabila memang jarang makan sayuran. Akhirnya setelah Nabila tidur, saya pun kembali ke kantor dengan perasaan gundah gulana. Jadi sakit Nabila gak hanya panas, mual, batuk, tapi tambah sembelit. Atas saran
Ida, saya musti dapat pepaya sesegera mungkin. Akhirnya saya pulang dengan papaya di tangan - yang saya dapat di kios buah. Nabila ternyata ga tertarik liat Pepaya, dengan rengekannya, saya malah jadi makin sedih, effeknya ke saya malah jadi esmosi, astaghfirullah. Ini tuh demi kebaikan Bila, kata saya dengan keras. Nabila malah jadi makin rewel, duuh maafkan ummi sayaang. Akhirnya dibujuk2 pun Nabila mau makan pepaya. Kalo minum obat sih dari kemaren dah pake jurus kepak2 angsa alias jurus paksa. Akhirnya tak lama setelah itu, Nabila pun berhasil brojol. Mengeluarkan segala yang menyesakkan dalam perutnya. Ups, maap. Malamnya Nabila dah lumayan bisa bobok dengan tenang . Alhamdulillah akhirnya …
Ina
It’s 11.00 AM and I got down to business. Sit in silence.
Several days ago my husband bought a book for me, the tittle is Meraup dollar lewat blog (earning money by blog). He know that I am an addicted blogging enough. Not too much, but everything that I do, give me an inspiration to write in my blog. I talk anything, about family, activities, job and etc
Some people say that blogging is wasting time manner. Just make someone be a narcissism, talk anything happened include unimportant thing.
We all know what a blog is. It is a web log, a electronic form of a diary, at least that is how they started out. But how you look at blogs and how you use them can have several different meanings.
Let’s start at the beginning. Blogs were originally just diaries, either for personal or business use until someone found out that their popular blog about their dog Skip was making them some money.
Blogs then evolved into every niche available and monetization of these blogs became a separate income stream and job by itself. Now blogs are even able to look better than some website with all of the widgets and themes now available to use for them.
Yes, in my bottom of my heart I thought a lot of advantages from blogging. I have to get something from here. Thank good, I feell A lot of love and care from friend in anywhere. So I feel much commitment to it, And I don’t want to destroy the meaning of beautiful friendship. Even, Some people have strong personal feelings with respect to making money from their blogs.
Flashed on my mind that some friend make online shop in their blog. It’s not to bad. So I think that both of them are the same. Have I start to do it? But, from where ?. .
Oke, Don’t think too much
And then I decided .. yap I have to start from now on. It is possible to get paid for blogging. Then I register to blogsvertise. So simple to do. Just review about it, let the people see. And I hope that’ll become a chain circle. Just like homework that we automatically estafette from one to another blogger. I hope that blogsvertise give me a lucky and money . Why I use blogvertise? Some friend tell me that blogvertise give him all the much. He published his earning while two months joining Paid to Review Program.
Well, I realize that traffic is the primary fuel of online income generation. Because for most methods of online income generation, income is a function of traffic. More traffic more income. Can I? well, at least I try to. What about you?
Ina
Dapat PR dari Aunty, sobat dari semasa SMP. Dulu kita punya gank namanya SIIP, singkatan dari Santi, Ina, Ivana, Pilag. Hehe yang ituh gak usah dibahas, itu adalah bagian dari masa culun kami :D. Oke deh Ntie, check this out
5 things in my bag
Kalo ttg ini, pernah kuposting disini nih. Lengkap dg Foto tas dan isinya. Cuman ya itu postingan 2 th lalu, jadi tas dan sarung HP dah masuk museum :D. Cuman isinya ga jauh beda
1. Dompet
2. Tanda pengenal Pegawai
3. HP, Kalo istirahat biasanya suka pulang ke rumah, paling dibawa sarung HP dengan isi HP+sedikit duit di dalamnya.
4. Flash Disk/MP3.
5. Pulpen

5 things found in my wallet
1. Duit
2. Segala macam kartu pengenal
3. ATM
4. Kuitansi
5. Foto

5 things found in my room
Yang ini kyknya jg pernah posting, tp lupa ditaruh mana.
1. Tempat tidur, Bantal, Guling
2. Boneka2 Nabila
3. Lemari baju
4. Perlengkapan shalat
5. Kalender, buku, Alquran


5 things I've always wanted to do
1. Haji
2. Sekulah dan sekulah
3. Jadi Ibu dan istri yang baik
4. Jadi hafidz, create generasi hafidz
5. Punya usaha sendiri yang sukses sembari jadi writer


5 things I've currently into
1. Berusaha jadi ibu, istri dan manusia yang baik dan lebih baik lagi
2. Tukang ketik dan scan, data entry
3. Baca buku-buku
4. Ngurusin pindah .. ABCD … aih bo cape deh … sabar-sabar
5. Blogging

Selanjutnya PR ini kuberikan pada Astien, ibu si imut Kiki. Silakan dikerjakan ya ...
Ina
Senangnya hatiku hidup di dunia perblog-an. Tak henti-hentinya cinta dan kasih sayang mengalir bak air hujan menetes di bumi, mak ces ces . Begitu banyak sudah wujud cinta dan persahabatan yang tercipta di antara kita. Walau itu hanya terwujud dalam sebuah simbol-simbol, tapi aku tak kuasa untuk tak menangkap sinyal-sinyal cinta. Kali ini wujud cinta itu tervisualisasi dalam bentuk Pooh dan Tiger yang dikirim oleh Astien, mamanya Kiki dan Nyi Iteung. Thanks ya say dan Mbak Vin ... Tak tahu sebenarnya arti terpilihnya Karakater kartun ini untuk mewakili persahabatan di antara kita, kenapa bukan kartun2 yang lain. Namun sepertinya aku kena hipnotis ringandi dunia maya ini. Dengan tanpa berpikir panjang, sepenuh hati dan jiwa , tangan ini ringan saja untuk sekedar meng-copas the circle of friend ini.

START COPY HERE


Anger is only one letter short of danger
If someone betrays you once, it is his fault;
If he betrays you twice, it is your fault.
Great minds discuss ideas;
Average minds discuss events;
Small minds discuss people.He, who loses money, loses much;
He, who loses a friend, loses much more;
He, who loses faith, loses all.
Beautiful young people are accidents of nature,
But beautiful old people are works of art.
Learn from the mistakes of others
You can’t live long enough to make them all yourself.
Friends, you and me…
You brought another friend…
And then there were 3…
We started our group…
Our circle of friends…
And like that circle…
There is no beginning or end…
Yesterday is history.
Tomorrow is mystery.
Today is a gift.
So now, let’s see how many circle’s of friends we can make by simply adding your link on this Friendship Meme!


1. Catsy Carpe Diem
2. Catsy Download
3. Out of the Blue
4. A Day to Savor and Relish
5. A Piece of Idea
6. Write Shy
7. Stupid Wise
8. onlinememorylane
9. See Me For What You Will
10. Michelle’s Small World
11. Chez Francine
12. Cronaca
13. Le bric à brac de Cherie
14. Life
15. Hanna
16. AngrianiWorld
17. Farah
18. Anoushka
19. Noushy Syah
20. Eagle
21. Dasir
22. Shirei
24. Puan
25. Lina
26. astien
27. Ina Salisya
28. (put your name here)
n kali ini pengen aku terusin ke
1. Mbak Nia, Mommynya Rayna @ SG
2. Mbak Amee @ UK
3. Mbak Vera @ Denmark
4. Nissa, Bunda Najwa
5. Mbak Widie, Abay's Mom @ CA
6. Ira, mamanya Opham