Ina
Dahulu …
Ketika kecil, melihat megah dan indahnya acara pernikahan. Seperti cerita cerita dongeng, princess, fairy tail. Sempat membayangkan, seperti gadis kecil pada umumnya, jika waktu itu tiba, betapa indahnya …
Seorang pangeran tampan berkuda putih menghampiri, mengulurkan tangan, bersimpuh di hadapan, would you marry me … J klise bangett .. mainstream …
Waktu terus berjalan. Anak kecil itu pun terlupa akan angan-angan. Hari demi hari layaknya siklus kehidupan berjalan. Sekolah dasar, menengah, atas dan kuliah. Kesibukan hidup pada umumnya.  Yang kalau dipikir-pikir dan diingat tanpa ada kendala yang berarti. Cobaan dan ujian hidup tentu ada. Namun semua itu menyisakan hikmah dan pelajaran yang tak terkira. Semuanya makin menyadarkan, betapa hebatnya kuasa Allah yang maha berkehendak atas segala sesuatu. Dan bahkan, sepucuk daun yang gugur pun adalah atas ketentuanNya.
Singkat cerita …
Ketika saat itu menghampiri. Bahwa belum sampai angan-angan itu (angan-angan yang tadi disebut di atas itu loh) kembali terpatri di otak dan pikiran, tiba-tiba pangeran itu datang …
Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
Entah dari jalan manakah yang ia tempuh. Lewat jalan tol atau sempat nyasar di jalan setapak. Dia … tiba-tiba datang lewat sebuah kabar … sepucuk surat yang lugu dan foto diri.
Jodohku … (ashanti mode on)
Apakah ini dia  … o o siapa dia  …
Surat itu bukan surat cintanya untukku. Namun sebuah surat cintanya pada sang Khalik. Surat yang dibuat atas dasar keyakinan dan tsiqah pada Illahi. Percaya bahwa surat itu akan mengantarkannya pada rizki jodohnya.
Dan … aku pun mulai tersipu membacanya. Tapi tetap kukunci kuat gembok pertahanan rasa. Biar Allah saja nanti yang membuka. Kala itu, bahkan sang bunda pun ikut tersenyum membaca surat biodata yang runtut, komprehensif dan jujur apa adanya. Bocah ingusan mau ngajak nikah? :D
Sang Bunda pun agak bimbang, anak ku ini apakah sudah matang? Hahaha… lugu, belum tahu apa-apa soal rumah tangga dan pernikahan. Mungkin ada rasa iba padaku, bagaimana kah nanti anaknya akan melewati hari-hari bersama orang lain dan berbagi kewajiban dan tanggung jawab. Sanggupkah …
Bukan waktu yang lama … dari ‘saling melihat’ di walimah seorang senior. Yang kayaknya sebenarnya, bukan benar-benar melihat. Melirik saja tidak-eh mungkin sedikit. Malu …
Selanjutnya, dengan ditemani sang guru, hanya berdua saja, bersilaturahim, bertemu sang calon mertua, bunda. Dan aku … mengeluarkan 3 cangkir teh hangat dengan jilbab hitam instan blusukan babat, yang sepertinya terjelek yang ku-punya hahaha. Pakaian setelan bunga-bunga hijau hitam - yang sepertinya sekarang malah trend – yang old fashion alias tua bangets dan tidak kusukai. Dan setelah itu… aku hanya nguping dibalik tembok …
Mengingatnya pun membuat ku tersenyum …
Sebuah pertanyaan yang biasa diucapkan di moment itu, apakah anak ibu masih sendiri? …
Dan tak lama pertemuan keluarga dilaksanakan. Persiapan mulai digelar …
12 Oktober 2004
Tepat di tanggal masehi ulang kelahiranku, acara akad nikah dan walimah dilaksanakan.
Acara yang sederhana. Entah apa yang ada di pikiranku pada waktu itu. Tak ada angan-angan untuk bermegah, namun semata-mata mencari berkah. Bahkan sempat terpikir cukuplah hanya akad nikah di Masjid Agung saja- aku bersedia. Wow … kalo inget itu heran sendiri. Naaaah … sekarang kalo liat video pernikahan orang-orang, jadi baper, pengen ngulang. Ini yang salah imannya yang lagi up and down, apa perubahan pola pikir ya? :D
Tapi semua itu tak pernah kusesali.
Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan …
Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT. Betapa buanyak karunia dan nikmatNya yang telah diberi. Tak terhingga banyaknya.
Sebelum ku terlalu ingin, Allah telah beri. Suami, anak-anak dan keluarga.
Pemberian Allah ini pastinya menuntut aku untuk lebih banyak belajar dan lebih bijaksana.
Bersyukur bersyukur dan bersyukur… maka Allah akan berikan kebahagiaan. Itu pasti.
Allah ya Rabb ku … terimakasih atas 12 tahun yang hebat ini dan juga atas segalaaaaa yang telah terlewati hingga 34 tahun ini (sudah tua ternyata). Umurku di dunia makin berkurang.
Semoga di sisa umurku ini, makin banyak keberkahan dan kemanfaatan yang ter-raih.
Abinya anak-anak-ku, suamiku, terimakasih untuk segalaaaa yang telah dilalui. Maafkan ku yang hingga kini masih terus belajar dan berusaha menjadi salihah. Segala rintangan dan masalah yang kita hadapi, tentu Allah akan berikan jalan keluar terbaik. Segala peristiwa bahagia yang telah dilalui, Allah lah yang menjadikan itu jadi. Ana uhibbuka fillah.
Teruntuk anak-anak-ku,  kita salih bersama ya sayang-sayangku. Tak ada harta yang terindah selain anak-anak dan keluarga.






Ina
Yaa .. oke saya sekarang sedang sakit pinggang. 
Kenapa? Karena eh karena akhir-akhir ini banyak kerja bakti di tempat kerja yang baru. Mmmm kemungkinan siih... Selain itu mungkin juga disebabkan lagi dapat tamu bulanan. Pegelnyaaa ... sampe mengganggu kestabilan tidur malam saya yang nyenyak. Pengennya siih dipijet. Kayaknya itu solusi paling ampuh. Berhubung masih dalam situasi yang tidak memungkinkan, saya belum menemukan tukang pijet yang baik lagi bijaksana.
Akhirnya mencari-cari solusi biar sakit pinggang hilang. Googling deh ... setelah klik klik bebrapa kali, akhirnya dapat rangkuman buat dibaca-baca sendiri. Dibaca saya sendiri lho, kalo ada yang baca, ya silakan .. semoga bermanfaat.
Berikut Solusi sakit pinggang secara alami tanpa obat-obatan :
Latihan Olahraga
Olahraga sangat penting dilakukan untuk mengurangi sakit/nyeri pinggang dengan memperkuat peregangan otot-otot yang mendukung tulang belakang dan membantu mencegah terjadinya cedera, dalam berolahraga anda dapat melakukan hal berjalan jarak pendek atau berenang.
---> nah ini dia, dah lama ga olahraga. Biasanya Jumat ada senam, itupun ga serius. Nah Jumat terakhir kemarin dan Jumat ini ditiadakan. 2 Minggu kerja bakti mulu woehehe..

Menurunkan Berat Badan
Menurunkan berat badan juga bisa menjadi pereda sakit pinggang pasalnya semakin badan anda berat maka pinggang akan bekerja ekstra untuk menopang berat badan tersebut.
---->hmmmm .. kalo diliat-liat, ditimbang-timbang berat badan saya setelah saya pindah ke tempat baru ini memang sudah naik sebanyak 4 kg. Wow 4 kg sodara2 ... Mungkin pinggang saya akhirnya semacam terkaget2 menopang berat badan yang kian bertambah :D ...

Terkena Cedera
Dianjurkan untuk anda bila terkena cedera menggunakan kompres es di atas area cedera lakukan kompres selama 20 menit  .
---> skip ... tak ada cidera .. alhamdulillah ...

Terapi Pijat
Terapi pijat sangat baik di lakukan untuk mencegah ketegangan otot-otot pinggang , manfaat terapi pijat untuk perbaikan sirkulasi , membantu meringankan nyeri otot, dan meningkatkan endorfin (hormon yang dihasilkan tubuh sebagai penghilang rasa sakit alami).
---> Yaps .. betyuuuuul sekaliiiii ... nunggu yang dari kota sebelah buat pijetin akuuuh ... 

Mandi Air Hangat
Air hangat dapat mengurangi sakit pinggang dengan cara mengendurkan otot, membuat otot menjadi rileks dan melancarkan darah sehingga nyeri punggung akan segera pulih.
----> Okeh ... kalo yang ini bisa segera dicoba dicoba dicoba ... 

Kompres
Kompres yang bisa sobat lakukan disini adalah kompres hangat atau kompres dingin, untuk hasil yang maksimal lebih baik sobat memilih kompres hangat. Caranya taruh air hangat di dalam botol. Rasa panas bisa disesuaikan dengan selera. Taruh botol yaang telah terisi air panas tadi taruh di punggung yang sakit. Lapisi dengan kain tipis sehingga botol tidak langsung menempel dikulit.
---> boleh juga ...

Perbaiki posisi tidur
Perbaiki posisi tidur agar kelengkungan tulang belakang yang mebuat punggung menjadi sakit tidak bertambah parah.  Jika ingin tidur miring, miring kanan, tarik kaki kiri keatas, berikan bantal diantara kaki. Posisi tidur seperti memeluk bantal. Jika tidur telentang, letakkan bantal di bawah lutut untuk memperbaiki kelengkungan tulang belakang atau punggung bagian bawah.
---> baiklaaah ...

Sakit pinggang sangat wajar terjadi pada siapa saja. Semoga tips di atas bermanfaat. Yaa setidaknya bisa mengurangi sakit yang saya derita. Doakan yaa ...
Ina
Yuhuuu .. lama amiir eyke kagak nulis dimari woehehe ...

Tiba2 dapat ilham niih. Setelah sekian lamaa. 
Berhubung masih anget2 nya niih melaksanakan tugas di tempat yang baru. Tepatnya sekitar 2 bulan lamanya. Jadi, rasanya judul di atas sangat cocok untuk dituangkan disini. Yaa.. walopun mungkin tips ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang subyektif. 
Setelah sekian lama berpindah-pindah tempat kerja dari Tangerang-Lampung-Aceh-Sumatera- daan balik ke Jateng, sepertinya pengalaman tersebut cukup untuk menjadi bekal saya menuliskannya disini.
Okeh .. kita mulai saja yaa ...
Tips bekerja di tempat yang baru :

  1. Laporan...

    Iya dooonk jelass... Lapor sama yang punya kantor. Lapor dulu sama Boss dan boss medium serta boss kecil yang terkait secara hierarki dan struktural. Hihihi ada gituh boss macem gitu?. Iya adaa.. Jangan sampe pernah kejadian seperti saya. Hanya lapor sama bigboss, hingga terjadi kesalahpahaman sama boss yang lain. Intinya sowan dan permisi dulu sama para pimpinan di tempat kita bekerja.
    Selanjutnya, tak lupa lapor ke bagian HRD atau personalia untuk menyampaikan berkas dokumen kepegawaian kita. Hal ini terkait juga dengan misalnya urusan pelantikan (kalau ada) atau urusan pemberkasan. Nah, jam kerja, baju kerja dan tetek bengek terkait aturan kerja juga kita bisa tanyakan disini. Tanya secara detil. Jangan sampai kita biasa berangkat jam 09.00 wib, ternyata tempat baru berangkat lebih awal. Nah lho, kena potong deh gaji kita ntar..
  2. Munculkan Semangat Baru dan Rasa Antusias

    Mulailah hari-hari di kantor baru dengan paduan rasa percaya diri, antusiasme dan semangat baru. Karena dengan semangat baru yang menggebu kita akhirnya terpacu untuk mengoptimalkan kinerja. Datanglah tepat waktu, buat catatan kehadiran yang baik, dan berpartisipasilah dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan kantor kita. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita ini benar-benar pilihan yang tepat dan tidak mengecewakan. Ketika kita mendapatkan tugas, terbukalah dalam diskusi dan kerjakan dengan percaya diri. Kita mungkin tak langsung diberi tugas-tugas besar, tetapi kerjakan semuanya dengan sebaik mungkin untuk hasil maksimal.

  3. Pede aja lagih ...
    Ini trik lain yang bisa membuatmu tenang. Percayalah pada kemampuan yang kita miliki dan percaya bahwa kita akan dihargai karenanya. Hadapi bab baru dalam hidup dengan senyum lebar dan pikiran yang terbuka, karena kita akan baik-baik sajaaaaa :D . Lakukan saja yang terbaik yang kita bisa, nah setelah itu, serahkan segala sesuatu pada yang di atas. Jangan khawatir, keep positif thinking ajah. Kita bekerja bersama-sama orang dewasa juga, bukan anak kecil. Jadi apabila kita melakukan kesalahan, pasti mereka juga mengerti dan cukup bijaksana untuk memahami kita yang newbie dan masih unyu-unyu di tempat baru :D .
  4. Berusaha mengenal semua orang
    Biasanya siih, ada tipe pimpinan yang kemudian membawa pegawai baru untuk berkeliling seluruh ruangan dan memperkenalkan kita kepada seluruh orang di kantor. Tapi, ada juga yang beda. Namanya beda lokasi, beda kebiasaan, beda budaya dan tradisi. Nah, kita musti inisiatif sendiri. Main2 ke ruangan lain. Sembari ngobrol dan bertanya-tanya terkait kerjaan atau tanya-tanya aja tentang informasi tempat2 kuliner, toko serba ada, toko baju, penjahit, tukang sayur, dan lain sebagainya.
    Mau ga mau, mungkin saja kita yang biasanya pendiem, memaksakan diri untuk banyak ngomong. Itu saya woehehe... 
  5. Jangan malu bertanya

    Yaa, namanya kerja di tempat baru, bisa jadi tugas dan fungsi kita berbeda sama sekali dengan tugas kita di tempat yang lama. Jadi, banyak bertanya itu wajar. Biasanya para pimpinan pun malah akan membantu dan membimbing kita agar kita bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi serta sesuai SOP. Apalagi sekarang dimana-mana sudah ada SOP yang terdokumentasi secara jelas. Tentunya kita jadi lebih mudah dalam mempelajari tugas-tugas sehari kita.
    Di sisi lain, kita juga harus terbuka atas segala kritik dan saran yang membangun. 
  6. Jaga Etika

    Yang terpenting adalah jaga etika kita. Walopun boleh dibilang kita mencoba sksd pada setiap orang, tapi tentunya ada norma-norma yang tidak boleh kita langgar. Misalnya, kita menjaga agar tidak mencampuri urusan pribadi orang, jangan kepo, dan say no to gossip. 
  7. Tetap jadi diri sendiri

    Pencitraan sekarang lagi musim niih :D .
    Berubah menjadi lebih baik itu adalah hal yang harus selalu kita lakukan. Tetapi merubah hal-hal yang bersifat positif. Nah, kalo hal-hal lain yang lebay sehingga membuat diri kita sendiri tidak nyaman pasti nantinya akan merugikan kita sendiri. So.. lebih baik dari awal, kita tetap konsisten terhadap hal-hal yang sudah menjadi patokan dan pedoman kita.
    Mmmm misalnya apa yaa ...
    Gini misalnya untuk merayakan first day kita ngantor, kita diajak teman2 untuk clubbing or dugem or keluar malam yang kita tidak pernah lakukan sebelumnya. Jangan takut untuk say no terhadap hal-hal tersebut.
    Contoh lain, teman kerja kita pake mobil semua. Kita memaksakan diri juga untuk pake mobil yang mungkin secara anggaran kita paksakan. Sehingga akhirnya kita terjerat oleh hutang yang akhirnya merugikan kita.
    Contoh lain lagi, temen kerja kita pake baju or barang2 yang branded. Kita pun mau mencoba mengimbangi tapi sayangnya ga sejalan dengan pengeluaran lain kita yang juga besar. Akhirnya saldo kita jadi minus deh hehe...
    Nah contoh sebaliknya niih ..
    Misalnya kita biasa shalat tepat waktu, terus jadi segan meninggalkan ruangan ketika tiba waktu shalat. Tentunya kita sendiri jadi ga nyaman. Padahal mungkin, keseganan kita tanpa dasar, karena pada dasarnya tidak ada larangan dan masalah terhadap rekan sekerja dan pimpinan kita.

    Nah itu tips yang bisa saya sampaikan. Mungkin masih banyak yang bisa ditambahkan. Intinya siih, menjaga agar kita nyaman bekerja. Namanya juga hampir seharian kita berada di tempat kerja. Ketika kita sudah menciptakan kondisi yang nyaman, tentunya akan berdampak pada kinerja kita yang bagus.


    Semoga bermanfaat ... Semangaaaat eaaa ...
    Nah, berikut poto saya di tempat kerja baru bersama keluarga ...




Rencana awal, saya dilantik tanpa kehadiran keluarga. Ternyata setelah tahu  bahwa temen satu pelantikan juga dihadiri kawan dan pimpinan dari kantor lamanya juga ada anjuran dari pimpinan agar dapat dihadiri keluarga, akhirnya suami bersedia hadir. Daaan surprice ... anak-anak dibawa juga :D ...

Ina
Singkat cerita, pada suatu hari di bulan Maret 2016, tiba2 printer kena error 5b02. Hasil googling, tersesat lah kami di sebuah blog yang memaparkan solusi permasalahan tersebut di sini dan di sini.
Alhamdulillah akhirnya printer pun bisa beroperasi lagi. Namun, akhirnya printer canon ini memenuculkan permasalahan baru, yaitu perubahan setelan bahasa menjadi bahasa jepang. Muncul ke-bingung-an lagi. Akhirnya setelah googling lagi, ternyata baik dari mbah google atau youtube belum ditemukan bagaimana cara mengubah setelan bahasa kembali ke english untuk printer canon pixma MX 377. Tepatnya, belum ada yg mengunggah tentang solusi permasalahan ini pada printer jenis ini. Akhirnya, tak kehabisan akal, kami main ke ruang atas dengan printer jenis yang sama untuk mengamati cara merubah setelan bahasa. Tarraa.. akhirnya berhasil... berikut tahap2nya
bisa dilihat disini..

https://www.youtube.com/watch?v=vJGvsZWrdaw

Semoga bermanfaat
Ina
Ragu untuk menuliskan ini di media mana. Namun pada akhirnya saya beranikan diri untuk menuliskan di blog saya kini yang sepi pengunjung. Setidaknya, mungkin bisa saya atau anak-anak baca lagi di saat nanti. 
Sedikit panjang mungkin ...
Sedikit sedddih bila mengingat kembali di masa itu. Betapa beratnya tekanan mental di kala itu. Namun saya pribadi dan suami hanya bisa menahan. Meyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditakutkan. Tidak terlalu banyak keluh kesah. Tapi ternyata masih ada yang saya lewatkan yang saya sendiri tidak tahu. Peristiwa "menitiknya air mata" si abi nya anak-anak, yang bahkan tidak pernah kami lihat selama ini. Betapa heroiknya si abi di mata kami, keluarganya. Jarang sekali keluhan terucap darinya. 
Sempat seorang rekan seprofesi si abi, yang menemani pemanggilan tersebut, selintas mengomentari betapa saya pasti tidak bisa membayangkan yang terjadi pada waktu itu. Yaaa.. bagaimanapun juga abi nya anak2 berterimakasih pada temannya tersebut yang sukarela ikut menemani agenda pemanggilan ke PT tersebut. Ah .. sudahlah ... kita simak saja kesaksian dari senior si abi di bawah ini.



Mas, saya sudah pertimbangkan jika nanti kita gagal, mungkin saya akan mundur dari Hakim "   kata-kata singkat itu terucap kepada saya, tak lama usai bersilaturahmi ke rumah salah seorang mantan Ketua Mahkamah Agung RI. Dengan agak kaget, lalu saya jawab " Jangan mas, institusi kita membutuhkan orang-orang seperti sampean..bayangkan jika orang-2 berintegritas justru keluar dari institusi sepenting ini, apa sampean mau MA dan badan peradilan diiisi orang-orang gak bener ? ". Atas jawaban saya itu, saya lirik ke raut mukanya, matanya tajam menerawang ke depan seolah menyimpan banyak kegundahan.

Gagal yang dimaksud dalam kata-kata dia tersebut adalah jika Presiden ( Pemerintah ) tidak mau memenuhi tuntutan pemenuhan Hak-hak konstitusional Hakim. Sebagaimana "dead line" yang sudah ditentukan oleh para pencetus gerakan, maka tangggal 16 Agustus 2012 adalah special moment yg mendebarkan, akan tetapi sekaligus menjadi beban berat bagi dia. Saat itu saya sangat bisa memahami betapa dia punya beban berat itu. Sebagai pencetus awal gerakan aksi Mogok Sidang, maka semua penjuru mata angin memusatkan perhatian ke dia. Apa yang akan dilakukan seandainya target tanggal 16 Agustus 2012 tidak tercapai saat itu. Dengan sedikit argumentasi yang saya bangun, waktu itu saya berusaha membesarkan hati dan semangat dia, saya katakan bahwa Presiden ( Pemerintah ) pasti akan memenuhi tuntutan kita.

Beberapa bulan kemudian, kenyataan itu hadir..malam hari tanggal 3 Januari 2013 rekening-ku bertambah sesuai dengan rincian besaran gaji dan tunjangan baru. Tak terasa dan seketika ingatanku melayang ke sosok-nya dan perbincangan singkat itu. Ingat bagaimana ketika sebulan sebelum tanggal 9 April 2012 itu, komunikasi saya dengannya begitu intensif hingga kemudian muncul postingan fenomenal Rencana Aksi Mogok Sidang yang dicetuskannya...ingat ketika dia menyampaikan kabar diperiksa KPT/WKPT Banda Aceh..ingat ketika dia mengungkapkan sampai menangis ketika menjelaskan maksud gerakan kepada WKPT-Banda Aceh..ingat ketika dia begitu polos mengajukan interupsi yg keras saat audiensi dgn pimpinan MA dan IKAHI, terngiang-ngiang saat dia disebut sebagai "provokator "..ingat ketika dia "mengambil tanggung jawab" untuk diinterogasi sendirian di ruang Ketum IKAHI di hadapan beberapa Pengurus Pusat IKAHI. Waktu itu saya tanya " Mas, saya jam 1 ada sidang, jadi klu sampai jam 1 kita belum dipanggil masuk, terpaksa sampean menghadap sendiri ya, berani kan ? "..jawabnya singkat " gak apa-apa mas, tenang aja " dan memang kulihat sorot matanya tidak menunjukkan kekhawatiran sedikit pun. Lalu kira-kira jam 2 siang, usai sidang kucari dia di ruang "interogasi " tadi, ternyata dia sudah selesai "diinterogasi".." bagaimana mas ? " tanya saya khawatir..luar biasa jawabannya " Tidak ada apa2 mas, biasa aja ".

Bayangkan, seorang Hakim muda dengan penuh keyakinan dan keberanian memperjuangkan hak-hak banyak orang dengan resiko besar, pada saat di mana berbeda pendapat atau menyampaikan gagasan tentang hal yg baik di lingkup kantornya saja sudah pada takut. Dan ketika resiko itu datang, dia dengan tenang menghadapinya..dia tidak balik badan..dia tidak tiarap menyembunyikan ambisi seperti yang lainnya.

Lalu apa yang membuat dia begitu berani dan yakin akan langkah-langkahnya ? Jawaban yang bisa saya peroleh adalah karena dia merasakan kegelisahan yang luar biasa. Gelisah atas nasib dirinya, gelisah atas nasib teman-temanya para Hakim seluruh Indonesia..gelisah atas carut marut dunia peradilan..dan kegelisahan itu dia wujudkan dengan gagasan2 besar. Dia ajak teman2nya untuk berhimpun dalam gerakan Rindu Hakim Bersih dan Profesional...dan ketika dia dapati kenyataan bahwa persoalan kesejahteraan Hakim adalah salah satu faktor yang membuat carut marut Hakim dan Badan Peradilan, dan ketika Negara abai terhadap itu semua..maka meledak-lah bendungan kesabarannya...dia putuskan untuk berjuang dengan siap segala resiko.

Saya yakin kegelisahan-kegelisahan seperti yang dirasakannya adalah kegelisahan semua Hakim Indonesia..akan tetapi yang berani untuk mengungkap dengan sikap tegas  sangat sedikit, dan dia salah satu Hakim muda yang berani melakukannya. Dibalik sikapnya itu, setelah tujuan dipenuhi Pemerintah, maka sebagai ucapan terima kasih kepadanya, maka menurut saya adalah dengan membantu meringankan dan menghilangkan kegelisahan-kegelisahannya selama ini...dengan menjadi Hakim yang Bersih dan Profesional !!!



-------^---------^--------^----------


Tepat 29 Februari 2012 adalah kelahiran Ahza, anak no 3 kami. Tak lama dari peristiwa membahagiakan itu. Di saat Ahza kecil butuh perhatian yang lebih, si abi bolak balik ke Aceh - Jakarta, untuk melakukan konsolidasi, dengan teman se profesi maupun pihak-pihak penting yang terkait. Tak sedikit yang mencemooh, menjudge dia dan kawan2 yg se-misi, dengan sebutan yang tidak kami bayangkan sebelumnya. Namun, dukungan juga banyak mengalir, khususnya dari satker kami di kala itu. Yang menyedihkan, ternyata pimpinan tingkat banding dan pusat tidak merestui. Gerakan ini ibarat sebuah pemberontakan, ilegal, tidak ber-etika, sok pahlawan, terlalu maju padahal pengalaman masih balita etc.
Bahkan, nasehat dari keluarga kami muncul, agar tidak melanjutkan 'gerakan' ini. Mengingat kecintaan kita kepadanya, jangan mau begitu saja dijadikan tumbal, dijadikan korban, walau mungkin tujuan dan misi 'gerakan' ini demi kebaikan bersama. Mungkin itu juga nasehat2 keluarga dari teman2 se-team-nya yang kompak bergerak bersama mewujudkan misi demi peradilan yang agung, bersih dan profesional.
Tahun 2012 sudah lewat ... kesalahpahaman di kala itu, dengan berjalannya waktu mulai terbuka. Beberapa kalangan sudah mulai menghilangkan buruk sangka terhadap para team inti gerakan ini. Tetapi, mungkin masih ada yang berpikiran berbeda dari para petingi-petinggi di sana ... entahlah..

Yang masih teringat di kala itu, di akhir tahun 2012, beberapa waktu setelah hasil TPM keluar, tiba-tiba KPT Banda Aceh pada waktu itu mengubungi by phone si abi. Mengucapkan selamat dan bersyukur atas hasil mutasi tersebut. Karena beliau memperkirakan, mungkin si abi akan dimutasi di daerah papua dan atau jauh dan terpencil. Wow ... padahal saya pribadi seketika menangis melihat hasil TPM di website dikarenakan harapan untuk bisa pindah dekat dengan keluarga di Jawa Tengah. Well.. setidaknya kami ucapkan teriamkasih atas atensi pak KPT.
Sekarang .. tinggal cerita ...  seru juga kalo dikenang walo sedikit menyedihkan.
Semoga ke depan, harapan2 kami beserta keluarga bisa segera terealisasi.
Amiin ..
Ina

*ditonton Pada hari kamis, 21 Januari 2016, di 21 binjai jam o9.05 pm*
Sepertinya terlalu banyak harapan saya terhadap film itu ... sebuah novel yg ditulis oleh penulis legendaris HTR yang penuh idealisme ...
Saking tingginya ekspektasi saya thd film itu hingga berkesimpulan ...
Dan ... ternyata bikin film itu tidak mudah ...
*ya iyyalaaah ...
Lebih gampang komentar dan mengkritik. Yaa seperti yang akan saya lakukan sekarang. Semata2 karena saya cinta terhadap kemajuan film dakwah, khususnya dalam hal ini kmgp.
♡Kenapa siih film ini dibikin nanggung?
Kalo mau dibikin 2 kali tayang itu mending semacam sequel aja. Film pertama musti punya ending yg jelas. Nah baru ntar film yg kedua dibikin lagi dengan konflik yg lebih menantang lagi.
Misal, yg kmgp 1 endingnya sampe mas gagah meninggal. Nah terus kmgp 2 nya ntar ttg perjuangan gita tanpa kehadiran mas gagah secara riil, tapi sosoknya masih selalu mendampingi dalam perjalanan hidupnya. Shg kemudian bertemu dg profil mas gagah dalam sosok orang lain.
(😆😆😅gampang banget ngomong)
Masih banyak misteri & pertanyaan2 yg muncul dalam film ini. Mungkin memang disengaja. Biar ikut nonton lagi yg kmgp 2. Tapi setidaknya jangan kayak sinetron yang tahu2 ada tulisan to be continued...
♡Adegan teaternya terlalu lama. Oke... maksudnya pengen memberi pesan ttg pentingnya peduli terhadap palestine dan menjawab issue di masyarakat yg mengatakan bahwa lebih baik urusin dulu negeri sendiri. Sampe kok pesannya. . Cuma si pemeran yudi nya dialognya terlalu lama. Malah kayak nonton teater beneran sampe ikut ber urat denger si yudi teriak2. Nah kalo Akting shiren sungkar bagus ga teriak2 jadi ga cape dengernya.
♡Pemilihan matias mucus sbg kyai kurang dapet. Sorban yg dipake di kepala kurang pas gitu. Kayak di peniti in. Hihi comment ga penting bangett😅
Terus krn ceritanya yg nanggung di seri 1 ini malah mengesankan sosok kyai yang ga bisa memahami anak. Kurang bijaksana.
♡Saya mencoba memahami mbak HTR yang tidak rela kalo mas gagah diperankan oleh sembarang orang. Tapi yah namanya mas gagah (hamas) bukan aktor profesional. Wajaaar kalo masih ada kurangnya dalam memerankan mas gagah. Tu dah cukup bagus lah untuk seorang pendatang baru.
♡Sebenernya saya juga berusaha memahami, mungkin untuk sutradara dan penulis skenario nya yang mungkin belum lama banget malang melintang di dunia perfilm an yaaa... sudah cukup laah.
♡tokoh gita udah cocok banget. Ga lebai. Teman2nya pun oke.
♡Film ini punya cameo yg paling banyak sepanjang sejarah.
♡bagusnya lagi, di film ini tetap menjaga batas2 sesuai aturan agama. Walo Hamas berperan sbg seorang kakak dan anak tetapi tdk ada sentuhan dengan wulan guritno dan gita. Dan itu tidak mengurangi esensi perannya.
♡Ada lucu2nya juga.
♡Banyak pesan agama dan sosial.
Yaaah ... saya siih walo agak2 gimana gitu juga insyaallah tetep nonton Kmgp 2 kok...
Oke ditunggu kmgp 2 nyaaa...
Kayaknya sengaja mmg dibikin gitu, biar kita nantinya bakalan terkesaaaaan buanget sama kmgp 2.




dipost ulang dari facebook dalam rangka keikutsertaan lomba review kmgp yang bersumber dari 
 www.flp.or.id dan web KMGP:www.kmgpthemovie.com



Ina
Hello ....
huwaaaa .. dah luamaaa bingits ...
Ter-la-lu ...
dari Ahza lahir, hingga kini sdh 2 th, dan ahza sdh bakalan mau punya adek lagi, huwaa daku produktif skaleee ... :P
Yah mungkin cukup sekian dulu, warming up dari saya.
Hmmm, yg saya bisa sampaikan adalah, kamis ekarang sudah tidak di Kualasimpang lagi, tapi sudah berpindah kota. Well, hanya sebelah kota persiiss, tapi sdh beda propinsi, itulah Stabat.
Dan semenjak disini, hidupku lebih dinamis... wkwkwk ...