Ina
Membersamai anak-anak beberapa hari ini masuk seleksi pesantren dan sekolah membuat saya semakin sadar bahwa setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Apapun dilakukan semampu yang orangtua bisa.
Bertemu dengan sesama orangtua, berbagi kekhawatiran dan harapan untuk anak2 dalam menjalani masa depan mereka, membuat saya makin sadar, bahwa setiap anak sangatlah spesial. Jangan gampang menjudge anak-anak orang lain. Di belakang seorang anak ada harapan dan doa2 yang selalu dipanjatkan orangtuanya. Ada cinta kasih yang senantiasa tercurah. Walau mungkin kasih sayang orangtua terwujud dalam bentuk dan hal yang berbeda.

Ada yg mewujudkannya dengan selalu membersamai anak dalam setiap waktu. Ada yg membiarkannya mandiri. Ada yg selalu memberikan apapun yang diminta, ada yang tidak. Ada yang suka memotivasi dengan pujian, ada yang suka memotivasi dengan tantangan.
Macem2...

Bertemu dengan para ibu dari anak2 itu, membuat saya merasa blm menjadi ibu yg solihah. Masih jauuuh ...
Punya anak berjumlah 4 harusnya makin berpengalaman menangani anak. Tapi semakin kesini ternyata kesabaran mengalami degradasi. 
Teori anak tantrum, teori anak merajuk, teori parenting apalah apalah. Kadang bisa mulus saya terapkan. Tapi kadang juga reflek saya lupakan. Marah marah saya lakukan. Menambah volume suara.. teriakan terjadi secara spontan.
Kadang saya merasa lelah ... 
Mungkin ini cara Allah memberi saya pahala. Mungkin ini cara Allah sedikiiiiit menghapus dosa2 banyaaaaak saya di waktu silam. Mungkin.... yang saya tahu... saya suka ke GR an bahwa Allah juga sayang dengan saya. Cinta saya tidak bertepuk sebelah tangan. Cuman saya ini hambaNya yang tidak tahu diri. Sudah tahuuu kalo ibadah selaras dengan realitas. Makin banyaaaak ibadah... makin tenang menghadapi segala tingkah polah. Dan ketika tenang... sikap dan cara yang kita ambil akan lebih mengena dan bijaksana.
Maunya saya sbg ibu, anak2 itu nurut kalo dikasih tahu. Nurut kalo di suruh ini dan itu. Nurut kalo kadang kala ga dikabulkan keinginan2 mereka. Nurut jadi anak solih/ah, sopan, pinter dan baik2 yg lain.
Tapi saya sebagai ibu juga begini2 aja. 
Duuh Ya Allah... pd akhirnya kok saya sendiri yg merasa bersalah. Padahal tadinya mau ngeluh, kok anakku yg nomor ini begini siih padahal biasanya begitu. Kok si bungsu pake tantrum siih, tumben. Kok mereka berantem?. Kok mereka nangis bareng2?. Kok mereka kompak berantakin ruangan? Kok mereka bikin jengkel? Kok kok... kok gitu siih...
Ternyata ternyata ...
Wahai anak2ku maafkan ibu mu ...

*kata 'kok' bisa berarti kata 'kenapa' yang cenderung sebenernya kita sudah tahu tapi tetep nanya.
Ina
Tulisan berikut adalah copas-an dari sebuah situs, dengan tambahan respon spontan dari saya. Sekedar selfreminder yang mencoba membangkitkan semangat jiwa saya agar selalu menyala-nyala.

Alkisah, ada seorang ibu muda yang menapakkan kakinya di jalan kehidupan. “Jauhkah perjalanannya?” tanyanya. Dan si pemandu menjawab, “Ya, jalurnya berat. Dan kau akan menjadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan. Tapi akhir perjalanan akan lebih baik dari awalnya.”

~ What? tuwaa?... rasanya ga mau kalo dibilang tua. But, wait ... baca dulu hingga akhir.

Ibu muda itu tampak berbahagia, tapi dia tidak begitu percaya kalau segala sesuatunya bisa lebih baik dari masa-masa yang sudah dilewatinya. Ibu itu pun bermain-main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga bagi mereka di sepanjang perjalanan, memandikan mereka di sungai yang jernih. Mereka bermandikan sinar matahari yang hangat. Ibu muda itu bersuara kencang, “Tidak ada yang lebih indah dari ini.”

~ Saya merasa saya adalah ibu muda itu. Masih terus belajar menjadi teman yang baik bagi anak-anak. Kelucuan dan keluguan mereka sejak dari awal telah membuat saya terpesona. Bermain dengan mereka, mendengar celotehan dan tawa mereka, membuat saya bahagia.

Ketika malam tiba, terjadi badai yang membuat jalanan menjadi gelap. Anak-anak bergetar ketakutan dan kedinginan. Sang ibu mendekap anak-anak dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak takut karena engkau ada di dekat kami. Karena ada ibu, kami tidak akan terluka.”
Esok paginya, ibu dan anak-anaknya mendaki sebuah bukit. Lama-kelamaan mereka menjadi lelah. Namun, sang ibu selalu berkata pada anak-anaknya, “Sabarlah sedikit lagi, kita pasti akan sampai.” Kata-kata itu cukup membuat anak-anak bersemangat kembali untuk melanjutkan pendakian mereka. Dan ketika akhirnya tiba di atas bukit, anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak akan bisa sampai di sini tanpamu.”

~ Ada masa-masa sulit yang saya lalui bersama anak-anak. Seperti saat ini, ketika saya harus tinggal sendiri beserta 4 anak saya. Sedangkan ayah mereka tercinta harus bertugas di tempat yang berbeda. Kami bertemu seminggu sekali. Itupun, saya merasakan betul kelelahan si ayah. Jarak yang tidak dekat, menguras tenaga, waktu dan biaya. Saya tahu betul, dia telah mencoba sebesar kemampuan yang dia bisa.
Kami semua sama-sama mencoba upaya sebaik yang kami bisa. Sabaaar ... ini hanya sementara. Kata saya mencoba menguatkan anak-anak dan juga pada diri saya sendiri.

Masa-masa transisi pindah sekolah anak-anak, dimana mereka membutuhkan ekstra perhatian. Saya mencoba membekali diri saya dengan kesiapan fisik dan mental yang lebih dari biasanya. Walau kadang tak kuasa menahan rasa sedih. Saya percaya, Allah memampukan saya, memampukan kami semua. Karena Allah lah saya merasa bisa. Hingga kemudian karena Allah jua lah, anak-anak yang membuat saya kuat menjalani ini semua. 
Tangisan si bungsu yang minta ditimang. Rengekan dan keluhan si no 3, no 2 dan si sulung. Semua pertanda bahwa mereka merasakan kasih sayang dan perlindungan yang saya berikan. Akhirnya, secara perlahan dengan waktu berjalan, anak-anak telah menemukan kenyamanan. Bisa karena biasa. Alhamdulillah kini bahkan si bungsu 2,5 th telah terbiasa di antar ke sekolah dengan keceriaan. Ada perasaan tenang ketika saya meninggalkannya dengan ucapan salam penuh senyuman dan bertemu dengan pelukan hangat ketika berjumpa kembali. 

Dan ketika berbaring di malam hari, sang ibu memandangi bintang-bintang dan mengucap syukur, “Hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, karena anak-anak saya belajar bersikap tabah dalam menghadapi kesusahan. Kemarin, saya memberi mereka keberanian. Hari ini, saya memberi mereka kekuatan.”
Dan keesokan harinya, datang awan tebal yang menggelapkan bumi, awan peperangan, kebencian dan kejahatan. Membuat anak-anak itu tersandung dan terjatuh, tapi sang ibu berusaha menguatkan mereka, “Lihatlah ke arah cahaya kemuliaan itu.” Anak-anak itu pun menuruti. Di atas awan terlihat cahaya yang bersinar sangat terang, dan cahaya itulah yang membimbing mereka melewati kegelapan itu. Malam itu berkatalah sang ibu, “Inilah hari yang terbaik. Karena saya sudah menunjukkan Tuhan pada anak-anak saya.”

~ Melihat ke-empat anak saya, mereka tumbuh dan besar dengan baik. Belajar ilmu agama dan akademik layaknya anak-anak seusia mereka. Rasa syukur tak hentinya senantiasa terucap. Ada kalanya mereka membuat saya sedih, marah, jengkel, sebel dan kecewa. Tapi, banyak hal pula yang membuat saya bahagia. Pencapaian prestasi mereka, kelemah lembutan akhlaq -well, ada kalanya berulah juga sih-, rasa kasih sayang persaudaraan mereka -sering berantem juga siiih-, dan lain sebagainya.

Hari pun berlalu dengan cepat, lalu berganti dengan minggu, bulan, dan tahun. Sang ibu pun mulai menua dan tubuhnya menjadi membungkuk. Sementara, anak-anaknya bertumbuh besar dan kuat, serta berjalan dengan langkah berani. Ketika jalan yang mereka lalui terasa berat, anak-anak itu akan mengangkat ibu mereka. Pada akhirnya sampailah mereka di sebuah bukit. Di atas sana, mereka bisa melihat sebuah jalan yang bercahaya dan gerbang emas dengan pintu terbuka lebar. Sang ibu berkata, “Ini sudah akhir perjalanan. Dan sekarang saya tahu, akhir perjalanan ini memang lebih baik daripada awalnya karena anak-anak saya bisa berjalan sendiri, dan begitupun cucu-cucu saya.”

~ Oh Ya rabb ... di tahap ini, saya teringat akan ibu saya. Betapa tak terhitung sudah pengorbanan yang beliau lakukan. Bahkan hingga detik ini, kami semua sudah beranak pinak. Saya percaya, apa yang telah saya raih saat ini adalah perwujudan doa-doanya. Hiks ... jadi sediiih .... dleweran deh... Terimakasih ibu ku sayaaang ...


Alhamdulillah ... tulisan di atas mengembalikan semangat yang sedikit memudar. Dan akhirnya, semua selalu kembali pada suatu kesimpulan bahwa semua hal yang terjadi adalah atas kuasa dan kehendak Allah. Ada Allah bersama kita. Hanya Dia lah, tempat kita menggantungkan segalanya. 
So ... tersenyumlah ... innallaha ma'ana.
Ina
Dahulu …
Ketika kecil, melihat megah dan indahnya acara pernikahan. Seperti cerita cerita dongeng, princess, fairy tail. Sempat membayangkan, seperti gadis kecil pada umumnya, jika waktu itu tiba, betapa indahnya …
Seorang pangeran tampan berkuda putih menghampiri, mengulurkan tangan, bersimpuh di hadapan, would you marry me … J klise bangett .. mainstream …
Waktu terus berjalan. Anak kecil itu pun terlupa akan angan-angan. Hari demi hari layaknya siklus kehidupan berjalan. Sekolah dasar, menengah, atas dan kuliah. Kesibukan hidup pada umumnya.  Yang kalau dipikir-pikir dan diingat tanpa ada kendala yang berarti. Cobaan dan ujian hidup tentu ada. Namun semua itu menyisakan hikmah dan pelajaran yang tak terkira. Semuanya makin menyadarkan, betapa hebatnya kuasa Allah yang maha berkehendak atas segala sesuatu. Dan bahkan, sepucuk daun yang gugur pun adalah atas ketentuanNya.
Singkat cerita …
Ketika saat itu menghampiri. Bahwa belum sampai angan-angan itu (angan-angan yang tadi disebut di atas itu loh) kembali terpatri di otak dan pikiran, tiba-tiba pangeran itu datang …
Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
Entah dari jalan manakah yang ia tempuh. Lewat jalan tol atau sempat nyasar di jalan setapak. Dia … tiba-tiba datang lewat sebuah kabar … sepucuk surat yang lugu dan foto diri.
Jodohku … (ashanti mode on)
Apakah ini dia  … o o siapa dia  …
Surat itu bukan surat cintanya untukku. Namun sebuah surat cintanya pada sang Khalik. Surat yang dibuat atas dasar keyakinan dan tsiqah pada Illahi. Percaya bahwa surat itu akan mengantarkannya pada rizki jodohnya.
Dan … aku pun mulai tersipu membacanya. Tapi tetap kukunci kuat gembok pertahanan rasa. Biar Allah saja nanti yang membuka. Kala itu, bahkan sang bunda pun ikut tersenyum membaca surat biodata yang runtut, komprehensif dan jujur apa adanya. Bocah ingusan mau ngajak nikah? :D
Sang Bunda pun agak bimbang, anak ku ini apakah sudah matang? Hahaha… lugu, belum tahu apa-apa soal rumah tangga dan pernikahan. Mungkin ada rasa iba padaku, bagaimana kah nanti anaknya akan melewati hari-hari bersama orang lain dan berbagi kewajiban dan tanggung jawab. Sanggupkah …
Bukan waktu yang lama … dari ‘saling melihat’ di walimah seorang senior. Yang kayaknya sebenarnya, bukan benar-benar melihat. Melirik saja tidak-eh mungkin sedikit. Malu …
Selanjutnya, dengan ditemani sang guru, hanya berdua saja, bersilaturahim, bertemu sang calon mertua, bunda. Dan aku … mengeluarkan 3 cangkir teh hangat dengan jilbab hitam instan blusukan babat, yang sepertinya terjelek yang ku-punya hahaha. Pakaian setelan bunga-bunga hijau hitam - yang sepertinya sekarang malah trend – yang old fashion alias tua bangets dan tidak kusukai. Dan setelah itu… aku hanya nguping dibalik tembok …
Mengingatnya pun membuat ku tersenyum …
Sebuah pertanyaan yang biasa diucapkan di moment itu, apakah anak ibu masih sendiri? …
Dan tak lama pertemuan keluarga dilaksanakan. Persiapan mulai digelar …
12 Oktober 2004
Tepat di tanggal masehi ulang kelahiranku, acara akad nikah dan walimah dilaksanakan.
Acara yang sederhana. Entah apa yang ada di pikiranku pada waktu itu. Tak ada angan-angan untuk bermegah, namun semata-mata mencari berkah. Bahkan sempat terpikir cukuplah hanya akad nikah di Masjid Agung saja- aku bersedia. Wow … kalo inget itu heran sendiri. Naaaah … sekarang kalo liat video pernikahan orang-orang, jadi baper, pengen ngulang. Ini yang salah imannya yang lagi up and down, apa perubahan pola pikir ya? :D
Tapi semua itu tak pernah kusesali.
Maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan …
Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT. Betapa buanyak karunia dan nikmatNya yang telah diberi. Tak terhingga banyaknya.
Sebelum ku terlalu ingin, Allah telah beri. Suami, anak-anak dan keluarga.
Pemberian Allah ini pastinya menuntut aku untuk lebih banyak belajar dan lebih bijaksana.
Bersyukur bersyukur dan bersyukur… maka Allah akan berikan kebahagiaan. Itu pasti.
Allah ya Rabb ku … terimakasih atas 12 tahun yang hebat ini dan juga atas segalaaaaa yang telah terlewati hingga 34 tahun ini (sudah tua ternyata). Umurku di dunia makin berkurang.
Semoga di sisa umurku ini, makin banyak keberkahan dan kemanfaatan yang ter-raih.
Abinya anak-anak-ku, suamiku, terimakasih untuk segalaaaa yang telah dilalui. Maafkan ku yang hingga kini masih terus belajar dan berusaha menjadi salihah. Segala rintangan dan masalah yang kita hadapi, tentu Allah akan berikan jalan keluar terbaik. Segala peristiwa bahagia yang telah dilalui, Allah lah yang menjadikan itu jadi. Ana uhibbuka fillah.
Teruntuk anak-anak-ku,  kita salih bersama ya sayang-sayangku. Tak ada harta yang terindah selain anak-anak dan keluarga.






Ina
Yaa .. oke saya sekarang sedang sakit pinggang. 
Kenapa? Karena eh karena akhir-akhir ini banyak kerja bakti di tempat kerja yang baru. Mmmm kemungkinan siih... Selain itu mungkin juga disebabkan lagi dapat tamu bulanan. Pegelnyaaa ... sampe mengganggu kestabilan tidur malam saya yang nyenyak. Pengennya siih dipijet. Kayaknya itu solusi paling ampuh. Berhubung masih dalam situasi yang tidak memungkinkan, saya belum menemukan tukang pijet yang baik lagi bijaksana.
Akhirnya mencari-cari solusi biar sakit pinggang hilang. Googling deh ... setelah klik klik bebrapa kali, akhirnya dapat rangkuman buat dibaca-baca sendiri. Dibaca saya sendiri lho, kalo ada yang baca, ya silakan .. semoga bermanfaat.
Berikut Solusi sakit pinggang secara alami tanpa obat-obatan :
Latihan Olahraga
Olahraga sangat penting dilakukan untuk mengurangi sakit/nyeri pinggang dengan memperkuat peregangan otot-otot yang mendukung tulang belakang dan membantu mencegah terjadinya cedera, dalam berolahraga anda dapat melakukan hal berjalan jarak pendek atau berenang.
---> nah ini dia, dah lama ga olahraga. Biasanya Jumat ada senam, itupun ga serius. Nah Jumat terakhir kemarin dan Jumat ini ditiadakan. 2 Minggu kerja bakti mulu woehehe..

Menurunkan Berat Badan
Menurunkan berat badan juga bisa menjadi pereda sakit pinggang pasalnya semakin badan anda berat maka pinggang akan bekerja ekstra untuk menopang berat badan tersebut.
---->hmmmm .. kalo diliat-liat, ditimbang-timbang berat badan saya setelah saya pindah ke tempat baru ini memang sudah naik sebanyak 4 kg. Wow 4 kg sodara2 ... Mungkin pinggang saya akhirnya semacam terkaget2 menopang berat badan yang kian bertambah :D ...

Terkena Cedera
Dianjurkan untuk anda bila terkena cedera menggunakan kompres es di atas area cedera lakukan kompres selama 20 menit  .
---> skip ... tak ada cidera .. alhamdulillah ...

Terapi Pijat
Terapi pijat sangat baik di lakukan untuk mencegah ketegangan otot-otot pinggang , manfaat terapi pijat untuk perbaikan sirkulasi , membantu meringankan nyeri otot, dan meningkatkan endorfin (hormon yang dihasilkan tubuh sebagai penghilang rasa sakit alami).
---> Yaps .. betyuuuuul sekaliiiii ... nunggu yang dari kota sebelah buat pijetin akuuuh ... 

Mandi Air Hangat
Air hangat dapat mengurangi sakit pinggang dengan cara mengendurkan otot, membuat otot menjadi rileks dan melancarkan darah sehingga nyeri punggung akan segera pulih.
----> Okeh ... kalo yang ini bisa segera dicoba dicoba dicoba ... 

Kompres
Kompres yang bisa sobat lakukan disini adalah kompres hangat atau kompres dingin, untuk hasil yang maksimal lebih baik sobat memilih kompres hangat. Caranya taruh air hangat di dalam botol. Rasa panas bisa disesuaikan dengan selera. Taruh botol yaang telah terisi air panas tadi taruh di punggung yang sakit. Lapisi dengan kain tipis sehingga botol tidak langsung menempel dikulit.
---> boleh juga ...

Perbaiki posisi tidur
Perbaiki posisi tidur agar kelengkungan tulang belakang yang mebuat punggung menjadi sakit tidak bertambah parah.  Jika ingin tidur miring, miring kanan, tarik kaki kiri keatas, berikan bantal diantara kaki. Posisi tidur seperti memeluk bantal. Jika tidur telentang, letakkan bantal di bawah lutut untuk memperbaiki kelengkungan tulang belakang atau punggung bagian bawah.
---> baiklaaah ...

Sakit pinggang sangat wajar terjadi pada siapa saja. Semoga tips di atas bermanfaat. Yaa setidaknya bisa mengurangi sakit yang saya derita. Doakan yaa ...
Ina
Yuhuuu .. lama amiir eyke kagak nulis dimari woehehe ...

Tiba2 dapat ilham niih. Setelah sekian lamaa. 
Berhubung masih anget2 nya niih melaksanakan tugas di tempat yang baru. Tepatnya sekitar 2 bulan lamanya. Jadi, rasanya judul di atas sangat cocok untuk dituangkan disini. Yaa.. walopun mungkin tips ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang subyektif. 
Setelah sekian lama berpindah-pindah tempat kerja dari Tangerang-Lampung-Aceh-Sumatera- daan balik ke Jateng, sepertinya pengalaman tersebut cukup untuk menjadi bekal saya menuliskannya disini.
Okeh .. kita mulai saja yaa ...
Tips bekerja di tempat yang baru :

  1. Laporan...

    Iya dooonk jelass... Lapor sama yang punya kantor. Lapor dulu sama Boss dan boss medium serta boss kecil yang terkait secara hierarki dan struktural. Hihihi ada gituh boss macem gitu?. Iya adaa.. Jangan sampe pernah kejadian seperti saya. Hanya lapor sama bigboss, hingga terjadi kesalahpahaman sama boss yang lain. Intinya sowan dan permisi dulu sama para pimpinan di tempat kita bekerja.
    Selanjutnya, tak lupa lapor ke bagian HRD atau personalia untuk menyampaikan berkas dokumen kepegawaian kita. Hal ini terkait juga dengan misalnya urusan pelantikan (kalau ada) atau urusan pemberkasan. Nah, jam kerja, baju kerja dan tetek bengek terkait aturan kerja juga kita bisa tanyakan disini. Tanya secara detil. Jangan sampai kita biasa berangkat jam 09.00 wib, ternyata tempat baru berangkat lebih awal. Nah lho, kena potong deh gaji kita ntar..
  2. Munculkan Semangat Baru dan Rasa Antusias

    Mulailah hari-hari di kantor baru dengan paduan rasa percaya diri, antusiasme dan semangat baru. Karena dengan semangat baru yang menggebu kita akhirnya terpacu untuk mengoptimalkan kinerja. Datanglah tepat waktu, buat catatan kehadiran yang baik, dan berpartisipasilah dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan kantor kita. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita ini benar-benar pilihan yang tepat dan tidak mengecewakan. Ketika kita mendapatkan tugas, terbukalah dalam diskusi dan kerjakan dengan percaya diri. Kita mungkin tak langsung diberi tugas-tugas besar, tetapi kerjakan semuanya dengan sebaik mungkin untuk hasil maksimal.

  3. Pede aja lagih ...
    Ini trik lain yang bisa membuatmu tenang. Percayalah pada kemampuan yang kita miliki dan percaya bahwa kita akan dihargai karenanya. Hadapi bab baru dalam hidup dengan senyum lebar dan pikiran yang terbuka, karena kita akan baik-baik sajaaaaa :D . Lakukan saja yang terbaik yang kita bisa, nah setelah itu, serahkan segala sesuatu pada yang di atas. Jangan khawatir, keep positif thinking ajah. Kita bekerja bersama-sama orang dewasa juga, bukan anak kecil. Jadi apabila kita melakukan kesalahan, pasti mereka juga mengerti dan cukup bijaksana untuk memahami kita yang newbie dan masih unyu-unyu di tempat baru :D .
  4. Berusaha mengenal semua orang
    Biasanya siih, ada tipe pimpinan yang kemudian membawa pegawai baru untuk berkeliling seluruh ruangan dan memperkenalkan kita kepada seluruh orang di kantor. Tapi, ada juga yang beda. Namanya beda lokasi, beda kebiasaan, beda budaya dan tradisi. Nah, kita musti inisiatif sendiri. Main2 ke ruangan lain. Sembari ngobrol dan bertanya-tanya terkait kerjaan atau tanya-tanya aja tentang informasi tempat2 kuliner, toko serba ada, toko baju, penjahit, tukang sayur, dan lain sebagainya.
    Mau ga mau, mungkin saja kita yang biasanya pendiem, memaksakan diri untuk banyak ngomong. Itu saya woehehe... 
  5. Jangan malu bertanya

    Yaa, namanya kerja di tempat baru, bisa jadi tugas dan fungsi kita berbeda sama sekali dengan tugas kita di tempat yang lama. Jadi, banyak bertanya itu wajar. Biasanya para pimpinan pun malah akan membantu dan membimbing kita agar kita bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi serta sesuai SOP. Apalagi sekarang dimana-mana sudah ada SOP yang terdokumentasi secara jelas. Tentunya kita jadi lebih mudah dalam mempelajari tugas-tugas sehari kita.
    Di sisi lain, kita juga harus terbuka atas segala kritik dan saran yang membangun. 
  6. Jaga Etika

    Yang terpenting adalah jaga etika kita. Walopun boleh dibilang kita mencoba sksd pada setiap orang, tapi tentunya ada norma-norma yang tidak boleh kita langgar. Misalnya, kita menjaga agar tidak mencampuri urusan pribadi orang, jangan kepo, dan say no to gossip. 
  7. Tetap jadi diri sendiri

    Pencitraan sekarang lagi musim niih :D .
    Berubah menjadi lebih baik itu adalah hal yang harus selalu kita lakukan. Tetapi merubah hal-hal yang bersifat positif. Nah, kalo hal-hal lain yang lebay sehingga membuat diri kita sendiri tidak nyaman pasti nantinya akan merugikan kita sendiri. So.. lebih baik dari awal, kita tetap konsisten terhadap hal-hal yang sudah menjadi patokan dan pedoman kita.
    Mmmm misalnya apa yaa ...
    Gini misalnya untuk merayakan first day kita ngantor, kita diajak teman2 untuk clubbing or dugem or keluar malam yang kita tidak pernah lakukan sebelumnya. Jangan takut untuk say no terhadap hal-hal tersebut.
    Contoh lain, teman kerja kita pake mobil semua. Kita memaksakan diri juga untuk pake mobil yang mungkin secara anggaran kita paksakan. Sehingga akhirnya kita terjerat oleh hutang yang akhirnya merugikan kita.
    Contoh lain lagi, temen kerja kita pake baju or barang2 yang branded. Kita pun mau mencoba mengimbangi tapi sayangnya ga sejalan dengan pengeluaran lain kita yang juga besar. Akhirnya saldo kita jadi minus deh hehe...
    Nah contoh sebaliknya niih ..
    Misalnya kita biasa shalat tepat waktu, terus jadi segan meninggalkan ruangan ketika tiba waktu shalat. Tentunya kita sendiri jadi ga nyaman. Padahal mungkin, keseganan kita tanpa dasar, karena pada dasarnya tidak ada larangan dan masalah terhadap rekan sekerja dan pimpinan kita.

    Nah itu tips yang bisa saya sampaikan. Mungkin masih banyak yang bisa ditambahkan. Intinya siih, menjaga agar kita nyaman bekerja. Namanya juga hampir seharian kita berada di tempat kerja. Ketika kita sudah menciptakan kondisi yang nyaman, tentunya akan berdampak pada kinerja kita yang bagus.


    Semoga bermanfaat ... Semangaaaat eaaa ...
    Nah, berikut poto saya di tempat kerja baru bersama keluarga ...




Rencana awal, saya dilantik tanpa kehadiran keluarga. Ternyata setelah tahu  bahwa temen satu pelantikan juga dihadiri kawan dan pimpinan dari kantor lamanya juga ada anjuran dari pimpinan agar dapat dihadiri keluarga, akhirnya suami bersedia hadir. Daaan surprice ... anak-anak dibawa juga :D ...

Ina
Singkat cerita, pada suatu hari di bulan Maret 2016, tiba2 printer kena error 5b02. Hasil googling, tersesat lah kami di sebuah blog yang memaparkan solusi permasalahan tersebut di sini dan di sini.
Alhamdulillah akhirnya printer pun bisa beroperasi lagi. Namun, akhirnya printer canon ini memenuculkan permasalahan baru, yaitu perubahan setelan bahasa menjadi bahasa jepang. Muncul ke-bingung-an lagi. Akhirnya setelah googling lagi, ternyata baik dari mbah google atau youtube belum ditemukan bagaimana cara mengubah setelan bahasa kembali ke english untuk printer canon pixma MX 377. Tepatnya, belum ada yg mengunggah tentang solusi permasalahan ini pada printer jenis ini. Akhirnya, tak kehabisan akal, kami main ke ruang atas dengan printer jenis yang sama untuk mengamati cara merubah setelan bahasa. Tarraa.. akhirnya berhasil... berikut tahap2nya
bisa dilihat disini..

https://www.youtube.com/watch?v=vJGvsZWrdaw

Semoga bermanfaat
Ina
Ragu untuk menuliskan ini di media mana. Namun pada akhirnya saya beranikan diri untuk menuliskan di blog saya kini yang sepi pengunjung. Setidaknya, mungkin bisa saya atau anak-anak baca lagi di saat nanti. 
Sedikit panjang mungkin ...
Sedikit sedddih bila mengingat kembali di masa itu. Betapa beratnya tekanan mental di kala itu. Namun saya pribadi dan suami hanya bisa menahan. Meyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditakutkan. Tidak terlalu banyak keluh kesah. Tapi ternyata masih ada yang saya lewatkan yang saya sendiri tidak tahu. Peristiwa "menitiknya air mata" si abi nya anak-anak, yang bahkan tidak pernah kami lihat selama ini. Betapa heroiknya si abi di mata kami, keluarganya. Jarang sekali keluhan terucap darinya. 
Sempat seorang rekan seprofesi si abi, yang menemani pemanggilan tersebut, selintas mengomentari betapa saya pasti tidak bisa membayangkan yang terjadi pada waktu itu. Yaaa.. bagaimanapun juga abi nya anak2 berterimakasih pada temannya tersebut yang sukarela ikut menemani agenda pemanggilan ke PT tersebut. Ah .. sudahlah ... kita simak saja kesaksian dari senior si abi di bawah ini.



Mas, saya sudah pertimbangkan jika nanti kita gagal, mungkin saya akan mundur dari Hakim "   kata-kata singkat itu terucap kepada saya, tak lama usai bersilaturahmi ke rumah salah seorang mantan Ketua Mahkamah Agung RI. Dengan agak kaget, lalu saya jawab " Jangan mas, institusi kita membutuhkan orang-orang seperti sampean..bayangkan jika orang-2 berintegritas justru keluar dari institusi sepenting ini, apa sampean mau MA dan badan peradilan diiisi orang-orang gak bener ? ". Atas jawaban saya itu, saya lirik ke raut mukanya, matanya tajam menerawang ke depan seolah menyimpan banyak kegundahan.

Gagal yang dimaksud dalam kata-kata dia tersebut adalah jika Presiden ( Pemerintah ) tidak mau memenuhi tuntutan pemenuhan Hak-hak konstitusional Hakim. Sebagaimana "dead line" yang sudah ditentukan oleh para pencetus gerakan, maka tangggal 16 Agustus 2012 adalah special moment yg mendebarkan, akan tetapi sekaligus menjadi beban berat bagi dia. Saat itu saya sangat bisa memahami betapa dia punya beban berat itu. Sebagai pencetus awal gerakan aksi Mogok Sidang, maka semua penjuru mata angin memusatkan perhatian ke dia. Apa yang akan dilakukan seandainya target tanggal 16 Agustus 2012 tidak tercapai saat itu. Dengan sedikit argumentasi yang saya bangun, waktu itu saya berusaha membesarkan hati dan semangat dia, saya katakan bahwa Presiden ( Pemerintah ) pasti akan memenuhi tuntutan kita.

Beberapa bulan kemudian, kenyataan itu hadir..malam hari tanggal 3 Januari 2013 rekening-ku bertambah sesuai dengan rincian besaran gaji dan tunjangan baru. Tak terasa dan seketika ingatanku melayang ke sosok-nya dan perbincangan singkat itu. Ingat bagaimana ketika sebulan sebelum tanggal 9 April 2012 itu, komunikasi saya dengannya begitu intensif hingga kemudian muncul postingan fenomenal Rencana Aksi Mogok Sidang yang dicetuskannya...ingat ketika dia menyampaikan kabar diperiksa KPT/WKPT Banda Aceh..ingat ketika dia mengungkapkan sampai menangis ketika menjelaskan maksud gerakan kepada WKPT-Banda Aceh..ingat ketika dia begitu polos mengajukan interupsi yg keras saat audiensi dgn pimpinan MA dan IKAHI, terngiang-ngiang saat dia disebut sebagai "provokator "..ingat ketika dia "mengambil tanggung jawab" untuk diinterogasi sendirian di ruang Ketum IKAHI di hadapan beberapa Pengurus Pusat IKAHI. Waktu itu saya tanya " Mas, saya jam 1 ada sidang, jadi klu sampai jam 1 kita belum dipanggil masuk, terpaksa sampean menghadap sendiri ya, berani kan ? "..jawabnya singkat " gak apa-apa mas, tenang aja " dan memang kulihat sorot matanya tidak menunjukkan kekhawatiran sedikit pun. Lalu kira-kira jam 2 siang, usai sidang kucari dia di ruang "interogasi " tadi, ternyata dia sudah selesai "diinterogasi".." bagaimana mas ? " tanya saya khawatir..luar biasa jawabannya " Tidak ada apa2 mas, biasa aja ".

Bayangkan, seorang Hakim muda dengan penuh keyakinan dan keberanian memperjuangkan hak-hak banyak orang dengan resiko besar, pada saat di mana berbeda pendapat atau menyampaikan gagasan tentang hal yg baik di lingkup kantornya saja sudah pada takut. Dan ketika resiko itu datang, dia dengan tenang menghadapinya..dia tidak balik badan..dia tidak tiarap menyembunyikan ambisi seperti yang lainnya.

Lalu apa yang membuat dia begitu berani dan yakin akan langkah-langkahnya ? Jawaban yang bisa saya peroleh adalah karena dia merasakan kegelisahan yang luar biasa. Gelisah atas nasib dirinya, gelisah atas nasib teman-temanya para Hakim seluruh Indonesia..gelisah atas carut marut dunia peradilan..dan kegelisahan itu dia wujudkan dengan gagasan2 besar. Dia ajak teman2nya untuk berhimpun dalam gerakan Rindu Hakim Bersih dan Profesional...dan ketika dia dapati kenyataan bahwa persoalan kesejahteraan Hakim adalah salah satu faktor yang membuat carut marut Hakim dan Badan Peradilan, dan ketika Negara abai terhadap itu semua..maka meledak-lah bendungan kesabarannya...dia putuskan untuk berjuang dengan siap segala resiko.

Saya yakin kegelisahan-kegelisahan seperti yang dirasakannya adalah kegelisahan semua Hakim Indonesia..akan tetapi yang berani untuk mengungkap dengan sikap tegas  sangat sedikit, dan dia salah satu Hakim muda yang berani melakukannya. Dibalik sikapnya itu, setelah tujuan dipenuhi Pemerintah, maka sebagai ucapan terima kasih kepadanya, maka menurut saya adalah dengan membantu meringankan dan menghilangkan kegelisahan-kegelisahannya selama ini...dengan menjadi Hakim yang Bersih dan Profesional !!!



-------^---------^--------^----------


Tepat 29 Februari 2012 adalah kelahiran Ahza, anak no 3 kami. Tak lama dari peristiwa membahagiakan itu. Di saat Ahza kecil butuh perhatian yang lebih, si abi bolak balik ke Aceh - Jakarta, untuk melakukan konsolidasi, dengan teman se profesi maupun pihak-pihak penting yang terkait. Tak sedikit yang mencemooh, menjudge dia dan kawan2 yg se-misi, dengan sebutan yang tidak kami bayangkan sebelumnya. Namun, dukungan juga banyak mengalir, khususnya dari satker kami di kala itu. Yang menyedihkan, ternyata pimpinan tingkat banding dan pusat tidak merestui. Gerakan ini ibarat sebuah pemberontakan, ilegal, tidak ber-etika, sok pahlawan, terlalu maju padahal pengalaman masih balita etc.
Bahkan, nasehat dari keluarga kami muncul, agar tidak melanjutkan 'gerakan' ini. Mengingat kecintaan kita kepadanya, jangan mau begitu saja dijadikan tumbal, dijadikan korban, walau mungkin tujuan dan misi 'gerakan' ini demi kebaikan bersama. Mungkin itu juga nasehat2 keluarga dari teman2 se-team-nya yang kompak bergerak bersama mewujudkan misi demi peradilan yang agung, bersih dan profesional.
Tahun 2012 sudah lewat ... kesalahpahaman di kala itu, dengan berjalannya waktu mulai terbuka. Beberapa kalangan sudah mulai menghilangkan buruk sangka terhadap para team inti gerakan ini. Tetapi, mungkin masih ada yang berpikiran berbeda dari para petingi-petinggi di sana ... entahlah..

Yang masih teringat di kala itu, di akhir tahun 2012, beberapa waktu setelah hasil TPM keluar, tiba-tiba KPT Banda Aceh pada waktu itu mengubungi by phone si abi. Mengucapkan selamat dan bersyukur atas hasil mutasi tersebut. Karena beliau memperkirakan, mungkin si abi akan dimutasi di daerah papua dan atau jauh dan terpencil. Wow ... padahal saya pribadi seketika menangis melihat hasil TPM di website dikarenakan harapan untuk bisa pindah dekat dengan keluarga di Jawa Tengah. Well.. setidaknya kami ucapkan teriamkasih atas atensi pak KPT.
Sekarang .. tinggal cerita ...  seru juga kalo dikenang walo sedikit menyedihkan.
Semoga ke depan, harapan2 kami beserta keluarga bisa segera terealisasi.
Amiin ..