Ina

Bahwasanya dalam kehidupan, diciptakan dalam pasangan-pasangan. Ada sedih-gembira, besar-kecil, panjang-pendek, tebal-tipis, gendut-kurus dll. Begitu pula dengan kehidupan itu sendiri ada kematian yang kan menyertainya. Karena sesungguhnya semua akan kembali kepada Sang Empunya segala, Sang Maha pencipta, Allah Yang Maha Kuasa. Suatu keharusan apabila kita selalu menunduk ke bawah, mengakui keagungan Allah, mensyukuri segala nikmat yang telah diberi dan mohon ampun atas segala dosa. Apalah dan siapalah kita, hanya hamba yang dhoif, yang kecil tapi menuntut terlalu banyak. Apa yang telah kita lakukan? Terlalu hina kita di hadapan-Nya. Tapi kewajiban kita untuk selalu optimis meminta ampunan-Nya, mendapat perlindungan dan cinta-Nya. Hal yang sangat mudah untuk Allah mengambil nyawa-nyawa kita. Hanya soal waktu, astaghfirullahal adzim. Sudah cukupkah bekal kita?

Begitu banyak orang-orang di sekitar kita yang satu persatu telah kembali padaNya. Dan tentunya kehilangan orang2 yang tersayang semakin menambah rasa keimanan dan kecintaan kepada Sang Rabb, semoga. Seperti yang saya alami dalam beberapa waktu ini *mungkin begitupun anda*. Akhir Maret kelabu ketika suami kakak saya menghadap kepadaNya. Seorang teman saya di kala itu pun menyempatkan untuk ta’ziah ke rumah kakak. Tak lama ternyata suaminya pun kembali ke hadirat-Nya. Meninggalkan teman saya tersebut yang sedang hamil 7 bulan. Selang 3 hari, waktu berhenti untuk teman 1 profesi dan sedaerah dengan suami. Berikutnya adalah ibunya teman sekantor. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga amal-amal mereka di terima Allah, diampuni segala dosa. Semoga ketabahan, kesabaran dan perlindungan Allah bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ctt : Belasungkawa yang paling dalam teruntuk

- Suaminya Ajeng (FH Undip 2001)

- Pak Fathan (PA Liwa)

- Ibunda Pak Tatap

Label: edit post
0 Responses

Post a Comment