Ina
Seberapa besarkah konsumtivisme anda?
Sengaja saya memakai kata konsumtivisme bukan konsumerisme yang pada umumnya banyak digunakan. Ternyata 2 kata itu tidak mengandung arti yang sama, walopun kamus wikipedia memberi arti yang sama. Nah untuk jelasnya berikut arti kedua kata tersebut yang saya ambil dari sini :

Konsumtivisme merupakan paham untuk hidup secara konsumtif, sehingga orang yang konsumtif dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut. Oleh karena itu, arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah.

Sedangkan konsumerisme dalam pengertian luas dapat diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumer.

Oke, kembali ke topik.

Sebenernya tema postingan kali ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap diri saya sendiri. Honestly, saya tuh orangnya sederhana sahaja *bener deh*. Ga suka macem2, ngikut gaya or trend terhadap suatu mode baik itu produk2 tertentu yg branded or gaya tingkah laku tertentu, misal kayak alay2an, idiih ga buangetts, big no no. Nah, pabila orang2 dengan mudahnya terbujuk rayuan para penjual produk2/jasa2 tertentu, saya cuek saja. Kecuali kalo saya memang memerlukan produk tersebut, memang ada kalanya membeli dengan merek yang terjamin yang mungkin dalam pemikiran saya harga tersebut di atas rata2.
Naaah, sayangnya sikap tersebut, saya rasakan kian memudar. Yah walopun belum parah banget, tapi saya merasakan perubahan tersebut. Hmmm apalagi kalo sdh ada acara arisan kantor, kumpul ibu2 cantik, lama2 tergerus juga ketahanan saya. Dari tupperware, baju2 anak, jilbab, baby toys dan yg paling sering bros hehe. Oh ya satu lagi yang membuat saya kayak masuk mall padahal nggak, itu tuh kalo dah masuk group online shop di FB. Ada yg nawarin ini itu, macem2 ada semua. Paling bikin ngiler kalo kebutuhan anak2. Dan yang terakhir itulah  yang membuat saya agak lega. Berarti rasa konsumtivisme saya masih dalam taraf konsumerisme. Maksud saya, berarti saya masih punya kepekaan terhadap hal2 yang memang merupakan kebutuhan dan kepekaan kasih sayang terhadap anak2 daripada kebutuhan saya sendiri. Yah, berarti saya harus tetap bersyukur, alhamdulillah. Yang terpenting lagi adalah kegiatan konsumerisme ini tidak boleh mengganggu stabilitas finansial rumah tangga.
Di sisi lain, melihat orang2 yang silih berganti menawarkan produk kepada saya, saya miris terhadap diri saya sendiri. Kapan saya mempunyai ikhtiar untuk menjadi seperti mereka, istilah kerennya bisa mengikuti sunnah rasul, yaitu berdagang. Pengeeeen banget, udah lamaaa banget dari jaman dulu kala. Dari dulu alasan saya ga jadi jualan adalah karena domisili kami yang suka pindah-pindah. Lucunya, sekalinya saya bawa katalog sophie mart**n, ada yg tertarik juga tapi lamaaaa banget bayarnya, dan akhirnya mpe skrg lom lunas hihi. Sejak itu, keinginan saya berdagang jadi agak hilang. Namun, beberapa waktu lalu ketika ngobrol2 di tempat penitipan anak, ada yang nawarin produk. Usut punya usut setelah ngobrol kesana kemari ternyata, produk2 yang dia jual semial kayak pakaian anak & jilbab berkarakter, buku bantal, serta maenan2 yang lain dia dapat dari internet. Katalog2 yang dia bawa dikirimkan langsung beserta produk2 yang dia pesan. Hmm .. jadi kepengen. Tapi, masih ada satu kendala, secara domisili ada di kualasimpang, aceh tamiang, saya rasa ongkos kirim ke daerah saya lumayan tinggi. Tak heran memang, harga2 yang beredar di daerah sini tergolong mahal daripada di Jawa. Jadi inget waktu mudik, rasanya pengen borong semuanya.
Hmm ... semoga sih ke depan, akan ada langkah yang lebih maju akan keinginan berdagang saya. Agar bisa terealisasi dan tidak hanya sekedar halusinasi ;D.



Ina


 
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن 


نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Indonesia: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS 57:22)



:لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Indonesia: (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (QS 57:23)



Melihat berita di TV tentang bencana dan musibah yang silih berganti. Baik itu bencana karena faktor alam  seperti gempa & tsunami di Jepang, banjir bandang di Australia, Indonesia dll atau bencana politis seperti yg terjadi di Mesir, Yaman, Libya dll. Sebagai umat muslim yang beriman ada baiknya kita mengingat ayat Al Quran yang merupakan kalamullah khususnya ayat di atas. Oh ya kalo teror bom yang lagi booming di Indonesia termasuk dalam bencana apa ya hehe ...
Oke dilanjood ...

 
Berkaitan dengan Ayat ke – 22 di atas. Point pertama adalah bahwa hanya Allah lah yang maha Tahu dan maha Pencipta. Sesungguhnya para pakar gempa pun apabila ditanya ttg prediksi kapan persis terjadinya gempa, mereka pun tidak bisa tahu secara jelas. Dan ketika Allah menghendaki sesuatu, maka itu adalah sesuatu yang mudah bagi Allah.
Point selanjutnya Seorang hamba hendaknya menjadi seorang yang beriman terhadap takdir, dan wajib untuk menahan diri dari terlalu mendalami masalah takdir, namun terkadang manusia banyak berdalam-dalam dalam masalah takdir. Dalam artian, manusia lebih sering tidak muhasabah terhadap diri sendiri, namun menyalahkan pada takdir Allah. Seperti lirik2 lagu pop "Takdir memang kejam" dll. Sehingga cenderung ada syubhat yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik baik pada zaman dahulu maupun sekarang, dan barangkali syubhat ini ada pada orang-orang yang beriman.
" Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun". Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta. Katakanlah: "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya". (al-An'am : 148-149)
Tidak ada pada seorang hamba hujjah/alasan untuk membantah Allah. Ya benar perbuatan kita adalah ciptaan Allah, akan tetapi Allah mencintai ketaatan-ketaatan yang kita lakukan, dan membenci kemaksiatan-kemaksiatan kita. Allah memerintahkan kita untuk taat kepada-Nya, dan melarang kita berbuat maksiat kepada-Nya. 


 
Selanjootnya pabila kita cermati Ayat ke – 23:
Dg musibah, Allah ingin memperlihatkan KekuasaanNya agar manusia bertaqwa & rendah hati.
Coba kita kembali mengingat cerita ttg Qarun yang sombong dan berbangga diri terhadap manusia dengan harta yang bukan dari usahanya, dan bukan dari hasil perbuatan tangannya.
Mereka bakhil dengan karunia Allah yang diberikan kepada mereka, dan tidak menginfakkannya dijalan Allah. Dan barangsiapa "berpaling" dari Allah dan Rasul-Nya "Maka sesungguhnya Allah adalah Maha Kaya lagi Maha Terpuji", sebagaimana firman Allah : "Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu." (az-Zumar : 7)


 
Mengutip dari status FB Ustadz Arifin Ilham:
Inilah doa kalau musibah sudah terjadi, "Allahuma inny la asalukal roddal qodho wa laakinna allutfa fiihi",
Yang artinya "Ya Allah, hamba bukan menolak takdirMu, takdirMu adalah takdirMu, tetapi beri kepada hamba kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan & "allutfa fiihi" kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik takdirMu... sungguh smua trjadi ALLAH putuskan dg RAHMAT,ILMU & KEBIJAKKANNYA (QS.57:22-23), kecuali hati yg tumpul "alquflu" krn emosi tdk bisa mmbacanya

 
Untuk itu, kita sebagai makhluk yg lemah, perlu melakukan ikhtiyar agar kita selalu dalam perlindungan Allah, Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Di antara jalan tolak bala yg ALLAH tunjukkan,
  1. Doa ,"Ya Rabbana jangan uji kami diluar batas kemampuan kami"(QS.2:286),
  2. Kesungguhan Taqwa(QS.65:2-3),
  3. Ridho ortu,
  4. Sedekah itu menolak bala (hadits),
  5. Istighfar,"Kami tdk akan turunkan adzab bencana selama mereka masih beristighfar" (QS. 8:33),
  6. Shilaturrahim,
  7. Selalu zikir & sholawat,"Petir menyambar kafir juga mu'min tetapi petir tidak akan menyambar orang yg sedang berzikir (hadits),
  8. Hobby berbuat baik (QS. 55:60)
Ina
Wuihihi, saya lagi kumat nih jahilnya. Pengen bikin cerpen yang based on true story 60 %. Kenapa 60 %?, karena selebihnya agak hiperbolis bin dramatis woehehehe. Nah, untuk cerita pertama saya kasih judul sbb di bawah ini:

Tragedi Scan Finger

Di siang yang sepi senyap, sepertinya setiap orang sedang khusyu' dengan pekerjaannya masing2. Tiba2 ada pintu terketuk dari luar, knock knock knock ... Oh, ternyata seorang staff bagian umum yang mengetuk dan berkata "Maaf pak, anda dipanggil Bapak John". "Oh iya, terimakasih" kata hakim soleh menjawab. Wah ada apa yah, pikir hakim soleh. FYI, hakim soleh ini punya nama lengkap Mohammad Solichin, SH, MH. Tapi panggilan gaulnya hakim soleh. Nah, untuk membuktikan bener atau tidak tentang kesolihannya, yaaah kita liat cerita selanjutnya dan insyaallah cerita2 serial yang akan datang *wuihihi pd amat yak eyke*. Dilanjoooot ...
Dengan langkah tegap dan meyakinkan sambil baca bismillah, hakim soleh pun turun ke lantai dasar dengan menggunakan lift. Tak berapa lama, hakim soleh sudah dipersilakan duduk di ruangan Bapak John. " Jadi begini ..." kata Pak John mengawali perbincangan yang sepertinya serius tersebut. Dengan beberapa kertas yang ada di tangannya, Pak John pun membeberkan data yang ada. 
"Jujur saja, saya bingung Pak ... Kalo tidak salah sejak awal Maret lalu, bapak tidak masuk kantor karena ada acara keluarga di kampung halaman bapak. Tapi kenapa bisa ada tanda absen bapak di mesin scan finger. Bapak bisa lihat dari hasil print out berikut" 
Pak John pun memberikan beberapa lembar kertas kepada si Hakim Soleh. Lembaran kertas tersebut yang merupakan hasil print uot scan finger dari awal bulan Maret bertuliskan jam kedatangan dan pulang setiap pegawai, tak terkecuali si hakim soleh. Padahal hakim Soleh baru sekitar seminggu masuk kembali ke kantor. Hakim soleh pun tak kalah bingungnya. Kenapa bisa terjadi hal sepertih inih. Aneh bin ajaib. Kan ga mungkin hakim soleh pulang kampung meninggalkan jari jemarinya disini biar bisa ngabsen di kantor. Dengan bijaksini hakim soleh pun menjawab "Wah, terimakasih pak sebelumnya atas keterangan yang bapak sampaikan. Jujur juga, saya ga kalah bingung. Namun yang jelas, saya pulang kampung kemaren berdasarkan surat cuti yang sudah ditandatangani oleh bapak Ketua. Dengan surat cuti tersebut, saya tentu saja tidak perlu absen. Dan saya tidak perlu khawatir kalau dipotong uang tunjangan". "Lalu, kenapa bisa terjadi seperti ini?" Pak John pun menimpali. Kalau di sinetron2 mungkin sudah ada back sound jreng jreng jreng, bergantian wajah pak John dan hakim soleh di shoot woehehe. Singkat cerita Pak John pun berkata "wah nggak bisa ini pak kok kayak gini, apalagi sebentar lagi ada pemeriksaan dari pusat". Masih dengan sikap dan penampilan yang tenang, walau agak kusut di dalam otak, hakim soleh berkata " Kalau masalah kekhawatiran akan data tersebut, insyaalloh pasti kita bisa atasi pak. Kita sesuaikan dengan fakta yang terjadi. Namun, kita harus tetap memeriksa tentang hal ini. Saya pikir mudah saja, kita minta tolong pada bagian operator untuk melihat data pada mesin scan finger. Kita lihat rekaman yang terjadi pada tanggal2 dimana saya cuti. Karena selain ada scan jari kan ada rekaman gambar ketika kita absen. Nah disitu pasti kita bisa lihat siapa yang merekam ulang jari atas id saya dan menggunakannya untuk absen selama saya cuti". Namun, sehubungan dengan waktu istirahat dan perut hakim soleh yang keroncongan, akhirnya diputuskan nanti akan memeriksa mesin scan finger bersama operator sehabis makan siang dan sholat dzuhur.
Di kala makan siang, hakim soleh pun berpikir. Aneh bin ajaib. Belum pernah dia mengalami hal seperti ini. Padahal kalo dipikir2 dia sudah mengalami pindah tugas di 3 tempat yang berbeda. Yaah tapi kalo dipikir ada benarnya juga. Ya ga mungkin terjadi tragedi scan finger, karena 2 kantor sebelumnya memang tidak ada sistem scan finger siih hihi. Di kantor sebelumnya adanya scan telapak tangan, woehehe ga beda jauh. Malahan di kantor awal bekerja si hakim soleh hanya absen manual alias tanda tangan pake tangan *lah mosok pake kaki?*. Pantas saja hari Kamis yang lalu, tiba2 dia tidak bisa absen, si mesin menjawab "please try again" mulu. Dan akhirnya musti memperbarui merekam jarinya untuk bisa mendapatkan ucapan "thankyou" dari mesin scan finger yang merupakan tanda bahwa absen diterima si mesin. Sebenarnya ada terbersit rasa su u dzon alias buruk sangka. Tapi siapakah pelaku di balik semua ini. Segera si hakim soleh menepis rasa itu. Sepertinya hubungan silaturahim dan pergaulan sosialnya di kantor baik-baik saja. Dan semua orang memaklumi akan sikap kedisiplinan, profesionalitas dan idealismenya dalam bekerja. Kalau dibilang sih mungkin bukan memaklumi, justru malah harusnya menghormati dan salut kepadanya. Si hakim soleh yakiiiin betyuul, kalau teman2 seprofesinya sangat menghormati dan menghargainya walo sering terjadi perbedaan pendapat demi memperoleh rasa keadilan bagi pencari keadilan di luar sana. Dan orang2 selevel si hakim soleh yang mumet mikirin berkas pastinya ga ada ide untuk iseng bin jahil seperti itu. Kepikiran juga untuk share masalah ini ke temen2nya. Tapi, hakim soleh pun mengurungkan niatnya. Lebih baik, langsung melakukan investigasi terhadap si mesin scan finger lengkap dengan orang yang bisa mengoperasikannya yaitu si operator. 
Singkat cerita, hakim soleh sudah ada di ruangan scan finger bersama Pak John dan si operator. Dan untuk menyingkat cerita lagi, setelah diutak atik. Si operator ternyata tidak bisa menemukan jawabannya. Yang ada hanya rekam foto 3 orang hakim. Dua diantaranya sudah pindah. Aneh deeeh, padahal ada banyak pegawai di kantor ini woehehehe. Salah si hakim soleh juga, ga mendalami ilmu mesin scan finger, jadi ga bisa ngeyel melihat data yang ada. Padahal rasanya kalo liat buku petunjuk pun mungkin bisa tuh si mesin dipaksa menjawab persoalan ini. Akhirnya case closed. Ga ada jawaban tentang siapa dibalik semua ini. Seiring dengan hal itu, pak John pun tidak ada pertanyaan lagi untuk si hakim soleh. Dan rasanya tak ada yang tahu hal ini terjadi. Tak ada untungnya kalo si hakim soleh share tentang tragedi ini. Biar saja hakim soleh, pak John dan operator yang tahu. Well tentunya itu dilihat dari sepengetahuan si hakim soleh lho yaaa. Eh tapi kamu kamu kamu yang baca jadi tahu juga ;D wkwkwkwkwk ... ups ...


Ina
Wkwkwkwk geli aja jadihnyah ...
Well, sebenernya ini curhat ga penting. Hari kamis sore yang lalu, ketika waktu pulang kantor, seperti biasa saya dan suami kompak dari ruangan masing2 menuju ke ruang absensi scan finger. Ternyata sudah banyak pegawe yang duduk santai di dekat mesin scan finger. Setelah menunggu sekitar 2 menit, tibalah 16.30. Kamipun segera absen. Tak disangka tak dinyana kami berdua kompakkk banget dijawab si mesin “please try again”. Akhirnya satu persatu pegawai yg laen pun absen, and they did it. Berhasil gituh loh. Kami coba, coba dan coba lagi, teteuup ga bisa. Dari 16.30 WIB mpe 16.48 masih samaaa ajah. Ternyata big boss of d office pun ga bisa. Dan saking sudah banyaknya kami mencoba, blio pun bilang sama sekretaris kantor tuk ngingetin bahwa kita bertiga sudah absen jam segini. Masih tetep berusaha scan my finger, salah seorang kawan berkata “ coba baca bismillah dulu bu..”. Alhamdulillah, ternyata hasilnya sama ajah hehe. Then dia berkata “oooh berarti diblockir tuh bu”. Padahal itu pikiran suudzon saya dari tadi, ga sampe hati saya berpikiran demikian.
Sampe di rumah, saya berpikir lagi, kalo besok memang masih belum bisa, berarti kami memang benar2 terblockir. Sembari bertanya2 pada diri sendiri kok bisagituh loh?. Apa salah kami woehehe…
Paginya … tarra … kami belum berhasil absen. Then, kami minta tolong operator tuk merekam our finger. Sambil bertanya juga kami pada sang operator. Dan jawabannya simple, “error” katanya. Wallahua’lam. Sorenya dan hari2 berikutnya kami pun alhamdulillah sudah lancar kembali.

Ina
Wow judulnya apaan sih? kayak judul lagu aje woehehe. Jadi begini, alhamdulillah hari Rabu ini Meqly sudah kembali dirumahkan, sudah tidak sekulah lagi di TPA/Tempat penitipan anak. Alhamdulillah, nenek Pen yg jagain Meqly dah sehat lagi setelah absen dari hari jumat yang lalu. Seneng sih, ga usah repot2 bersihin rumah dan nyuci juga setelika sendiri lagi. Tapi ... ada sedihnya juga berpisah dengan ammah2 yang jagain Meqly di TPA. Subhanalloh, disana kondusif banget. Selain yang jaga banyak, full murottal, banyak mainan, bisa sosialisasi sesama baby2 dan yang penting babysittersnya pada sabar2. Karena setelah 1 hari Meqly ga mau ditinggalin, kecuali setelah dia bobo di ayunan, hari berikutnya Meqly dah merasa kenal dg tempatnya yg baru beserta mbak-mbak yang jaga disana. Sampe2 mobil2annya pun pas hari kedua dah diboyong biar si ustad Meqly lalai & terlena, jadi emaknya bisa pergi diem2 ke kantor.
Sejujurnya, dari hari jumat yang lalu, pikiran agak ketar ketir, duuh gimana nih kayaknya sakitnya nenek pen kali ini agak berat, kayaknya musti cari asisten baru. Dah menghubungi mantan asisten yg dulu resign karena jd TKI ke malaysia, tapi ga ada di tempat. Kepikiran ditaruh di penitipan anak, 1 anak Rp. 350.000,-/bulan. Trus kalo 2 anak jadi berapa doonk hehe. Belum urusan rumah, bebersih rumah, nyuci, setelika, masak dll. Unfortunately, di hari jumat yang biasanya sepi dan jarang ada kerjaan, tiba2 ada telp dari pengadilan tinggi untuk segera mengirimkan data ttg perkara, paling lambat sore jam 5 itu juga. Alhasil, saya yang dari pagi cuman men-scan finger terus pulang untuk jagain Meqly di rumah, kebingungan deh. Akhirnya, ba'da jumatan, abinya deh yg ngalah jagain 2 anak di rumah, saya ngebut ngerjain data di kantor. Saya di kantor pun ga fokus ngolah data, kepikiran yang di rumah. Eh, ternyata yg dipikirin di rumah pada tidur semuaaa wkwkwk. Begitu saya pulang jam 16.30 mereka baru bangun. Sampe2 abi ga dapat jamaah ashar. Eh tapi ga mungkin juga, karena jagain anak2. 
Nah terus pada hari berikutnya, Alhamdulillahnya sabtu minggu kan di rumah, jadi masih bisa diatasi ngurus Meqly sendiri. Begitu hari Senin datang mulae makin pusing, ga fokus pikiran. Memang sebenernya saya sudah menghubungi TPA dari hari Jumat, tapi tetep harus siap kalo harus jagain Meqly sehubungan dg masa adaptasinya di tempat yang baru beserta penjaga yang baru. Sampe2 seharian itu bolak balik kantor-TPA beberapa kali, untung TPA nya deket sama kantor, tinggal nyeberang jalan, sekitar 200 m aja. 
Jadi 2 hari kemaren itu, tiap berangkat ber-4 lengkap dengan tasnya masing. Baby Meqly ga kalah sama Nabila, dibawain bekal makan blender-an, baju2, minyak telon dll. Kayak orang mau pergi jauh aja. Sepeda motor dinaikin 2 orang dewasa, 2 anak, tas laptop2, tas sekolah nabila sama tas baby wuihihi. Tetangga komplek mpe geleng2, nih orang kok ga bawa boilnya aja. Yaaa berhubung tugas jemput Nabila kan saya yang menjalankan biar bisa sekalian keluar kantor tuk liatin si ustad Meqly. Dan saya belum berani memakai sim B saya wuihihi, malu2in. Lagian ribet juga sih kalo mampir2. Yaaah .. alasan lah pokoknya ;p.
Nah, alhamdulillah sih insyaalloh 2 hari yg agak ribet itu, masih berpikiran positif dan jernih. Hihi muji diri sendiri. Yaa ... habisnya liat2 status FB saya hari itu kayaknya positif2 aja walo sedikit ada nada sutris hehe. Berikut status hari minggu 
"adakah yg merasa sdh tergantung dengan keberadaan org2 or produk2 tertentu?. Jangan biarkan itu terjadi, kan kecewa nanti. Maka gantungkan segala keinginan hanya pada Allah SWT." Sunday at 1:14pm via Nokia
Sayangnya, saya comment balik lagi dengan kata2 ini
latar belakang status fb kali ini: biasanya nyantai2 ada asisten, sdh 3 hari ini ga ada hiks ... All by my self .. Besok senin kayak gmn ya? Doakan kami yaaaa...." Sunday at 2:36pm
Nah, hari berikutnya  saya post status ini
 "subhanalloh .. walhamdulillah ... walaa ilaahaillallahuwallahuakbar ..." Monday at 11:32am
dan malamnya gara2 minum kopi sore2 menjelang malam, jadi ga bisa tidur terus post status
"blogging sambil ironing ..." Monday at 10:24pm
Wuhihihi, apaan sih ini, kurang kerjaan banget. Yah, intinya dalam setiap kehidupan kita pastinya ada episode2 tertentu yang membuat kita semakin kuat. Semua pasti ada solusinya, karena Allah selalu bersama kita. Allah Ya Rabb, jadikan kami hamba yang selalu pandai mensyukuri nikmat. Allah ... peluk kami dengan cintaMu ...