Ina


 
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن 


نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Indonesia: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS 57:22)



:لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Indonesia: (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (QS 57:23)



Melihat berita di TV tentang bencana dan musibah yang silih berganti. Baik itu bencana karena faktor alam  seperti gempa & tsunami di Jepang, banjir bandang di Australia, Indonesia dll atau bencana politis seperti yg terjadi di Mesir, Yaman, Libya dll. Sebagai umat muslim yang beriman ada baiknya kita mengingat ayat Al Quran yang merupakan kalamullah khususnya ayat di atas. Oh ya kalo teror bom yang lagi booming di Indonesia termasuk dalam bencana apa ya hehe ...
Oke dilanjood ...

 
Berkaitan dengan Ayat ke – 22 di atas. Point pertama adalah bahwa hanya Allah lah yang maha Tahu dan maha Pencipta. Sesungguhnya para pakar gempa pun apabila ditanya ttg prediksi kapan persis terjadinya gempa, mereka pun tidak bisa tahu secara jelas. Dan ketika Allah menghendaki sesuatu, maka itu adalah sesuatu yang mudah bagi Allah.
Point selanjutnya Seorang hamba hendaknya menjadi seorang yang beriman terhadap takdir, dan wajib untuk menahan diri dari terlalu mendalami masalah takdir, namun terkadang manusia banyak berdalam-dalam dalam masalah takdir. Dalam artian, manusia lebih sering tidak muhasabah terhadap diri sendiri, namun menyalahkan pada takdir Allah. Seperti lirik2 lagu pop "Takdir memang kejam" dll. Sehingga cenderung ada syubhat yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik baik pada zaman dahulu maupun sekarang, dan barangkali syubhat ini ada pada orang-orang yang beriman.
" Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun". Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta. Katakanlah: "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya". (al-An'am : 148-149)
Tidak ada pada seorang hamba hujjah/alasan untuk membantah Allah. Ya benar perbuatan kita adalah ciptaan Allah, akan tetapi Allah mencintai ketaatan-ketaatan yang kita lakukan, dan membenci kemaksiatan-kemaksiatan kita. Allah memerintahkan kita untuk taat kepada-Nya, dan melarang kita berbuat maksiat kepada-Nya. 


 
Selanjootnya pabila kita cermati Ayat ke – 23:
Dg musibah, Allah ingin memperlihatkan KekuasaanNya agar manusia bertaqwa & rendah hati.
Coba kita kembali mengingat cerita ttg Qarun yang sombong dan berbangga diri terhadap manusia dengan harta yang bukan dari usahanya, dan bukan dari hasil perbuatan tangannya.
Mereka bakhil dengan karunia Allah yang diberikan kepada mereka, dan tidak menginfakkannya dijalan Allah. Dan barangsiapa "berpaling" dari Allah dan Rasul-Nya "Maka sesungguhnya Allah adalah Maha Kaya lagi Maha Terpuji", sebagaimana firman Allah : "Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu." (az-Zumar : 7)


 
Mengutip dari status FB Ustadz Arifin Ilham:
Inilah doa kalau musibah sudah terjadi, "Allahuma inny la asalukal roddal qodho wa laakinna allutfa fiihi",
Yang artinya "Ya Allah, hamba bukan menolak takdirMu, takdirMu adalah takdirMu, tetapi beri kepada hamba kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan & "allutfa fiihi" kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik takdirMu... sungguh smua trjadi ALLAH putuskan dg RAHMAT,ILMU & KEBIJAKKANNYA (QS.57:22-23), kecuali hati yg tumpul "alquflu" krn emosi tdk bisa mmbacanya

 
Untuk itu, kita sebagai makhluk yg lemah, perlu melakukan ikhtiyar agar kita selalu dalam perlindungan Allah, Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Di antara jalan tolak bala yg ALLAH tunjukkan,
  1. Doa ,"Ya Rabbana jangan uji kami diluar batas kemampuan kami"(QS.2:286),
  2. Kesungguhan Taqwa(QS.65:2-3),
  3. Ridho ortu,
  4. Sedekah itu menolak bala (hadits),
  5. Istighfar,"Kami tdk akan turunkan adzab bencana selama mereka masih beristighfar" (QS. 8:33),
  6. Shilaturrahim,
  7. Selalu zikir & sholawat,"Petir menyambar kafir juga mu'min tetapi petir tidak akan menyambar orang yg sedang berzikir (hadits),
  8. Hobby berbuat baik (QS. 55:60)
Label: edit post
6 Responses
  1. ira i Says:

    wah...matap nih tulisannya... thanks Ina :)


  2. Ina Says:

    aaah teh Ira bisa saja , terimakasih .. semoga bermanfaat yaa ...


  3. Desy Noer Says:

    sungguh sangat-sangat mengingatkanku...


  4. Ina Says:

    alhamdulillah, sbg pengingat bersama ya mbak ...


  5. Ina Says:
    This comment has been removed by the author.

  6. yaya chyron Says:

    entah kebetulan atau apa, saya habis dengar ceramah subuh tentang hal ini.. langsung saya type di google eh ketemu tulisan yang luar biasa..