Ina
1 tahun

2 Tahun

Setiap hari sepertinya ingin menuliskan cerita ttg Nabila. Baik ttg kemajuannya, atau hal minus yang dia lakukan. Setiap hari inginnya menulis berapa skor yang dia dapat dari umminya tercinta. Demi terabadikannya sebuah memory kecil yang indah yang kan terbaca di suatu saat nanti di usia dewasa Nabila. Oke, anakku Nabila, ijinkan kini, ummimu, di usiamu yang hamper 3 tahun di 31 Agustus nanti, menjejakkan coretan untuk evaluasi di hari nanti ttg hal-hal yang membuat bangga Ummi dan Abimu ini, serta hal-hal kecil yang perlu Kau perbaiki nantinya, di usiamu yang kan kian bertambah nanti.

Bangganya Ummi dan Abi, Nabila kini telah :

  • Hapal surat Alfatihah
  • Hapal doa sebelum dan sesudah makan berikut artinya
  • Hapal doa sebelum dan sesudah makan
  • Hapal doa untuk orangtua berikut artinya
  • Sense of pray yang tinggi, suka ikut shalat, walau terkadang mood2an juga
  • Semangat belajar yang tinggi à Suka sekolah, kangen dengan teman2 sekolah, menikmati asyiknya belajar
  • Bisa bahasa inggris nama2 binatang (kucing, singa, monyet, kuda, ikan, burung, burung hantu, srigala, ayam, lumba2, katak, sapi, gajah, tikus, bebek … apa lagi ya …) dan panca indra
  • Menghitung benda 1 – 10
  • Membaca huruf2 alphabet tertentu, A, O, I, N, S, M (hapal N karena namanya nabila, S karena superman, M karena monkey)
  • Membaca qiroati sampai huruf ja
  • Nabila yang ceria dan suka bernyanyi dimana saja, di dalam perjalanan misalnya, sambil naik motor, dibonceng, sambil bernyanyi, lagu apa saja, dari lagu cicak2, balonku, rukun islam, nama2 hari, 1234, 11 aku sayang Allah, dll.
  • Bisa menyusun bermacam2 bentuk puzzle (kalo ini karna kebiasaan dan keseringan)
  • Mau merapikan mainan bila sdh selesai

Apa lagi ya sayang … sepertinya kalo lagi muncul pinternya Nabila, ummi abi terpana olehmu. Namun sayangnya kadang nabila moody. Kadang mau nurut dan bersabar, tapi kadang suka teriak2 juga, suka lupa rapikan mainan. Skor kepandaian dan kemajuan2 yg kamu peroleh dari kami, sepertinya jadi sedikit berkurang karena :

§ Nabila masih suka minum pake dot. Palagi waktu bobo.

§ Kadang masih suka pipis di celana, walo itu sudah di kamar mandi.

§ Kadang suka bikin ulah. Di saat Nabila terdiam, tak ada suara, tidak memanggil ummi abi, justru ummi abi curigation, jangan2 nabila sedang doing something naughty , seperti coret2 crayon di sembarang t4, warnain kuku pake spidol, bikin ‘es campur’, ngabisin tissue, dll. Walo kadang pintar juga maen sendiri dg boneka2nya, pretend being a mother with the babies go to the office. Or jadi teacher ngajarin murid2 spelling words.

Apa lagi ya … terkadang memang lil girl like Nabila bisa juga rewel ‘tanpa sebab’. Ada kalanya beberapa waktu lalu, ummimu ini sampai merasa sedih dan curhat pada beberapa bunda yang lain untuk minta nasehat, solusi dan pengalaman yang telah mereka jalani. Walau ternyata unsur ‘tanpa sebab’ itu ternyata tak ada, jadi memang segala sesuatu ada sebabnya, ada aksi ada reaksi. Rasa cape, ngantuk, tak enak badan, minta perhatian, bahkan mungkin kurang perhatian menjadi unsur ‘tanpa sebab’ tersebut. Rasa sedikit kecewamu, ketika ummi terlambat jemput sekolah, terlampiaskan di saat lain. Rasa sedihmu ketika ummi abimu tak memfokuskan 100 % perhatian padamu. Rasa sesalmu ketika ummi abi berkata “sebentar ya dek … lagi … tunggu ya bersabar …” , kau pun ternyata pintar mengatakan hal yang sama, pdhl waktu sudah mendesak, membuat kami harus bersabar sepertimu di saat yang lalu. Kadang ummi abimu ini dituntut untuk kreatif karenamu. Belajar menjadi perayu ulung, bermanis tutur kata demi dirimu, mencoba untuk melenakan, melupakan keinginan mu yang mungkin tak benar, menghentikan ulah nakalmu yang mungkin kau tak tahu bahwa itu salah. Maafkan ummi dan abimu ini sayang, tak selamanya kami selalu ada untukmu, bersabar, mencurahkan kasih sayang hanya untukmu. Ada kalanya kami mencari sesuap nasi demi kebahagiaan dan kesejahteraanmu. Ada kalanya kami juga merasa membutuhkan waktu untuk melepas penat, beristirahat pada saat yang sama ketika kami juga merindukanmu dan ingin bermain bercanda denganmu. Maafkan ummi abi mu ini, ketika kesabaran tak selalu hadir dalam detik hati kami. Ada kalanya sabar begitu besar, namun kadang kami mengais-ngais sisa2 sabar dalam hati kami. Padahal kesabaran itu tak perlu dibeli, hanya jiwa yang tulus ikhlas mencintai sebagai modalnya.

Oh, cintaku Nabila, usiamu kian bertambah, semoga selalu penuh keberkahan. Ijinkan kami, ummi abimu ini, membantumu membuat hidupmu bermakna, mengukir kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang tak semu, kebahagiaan dunia dan akhirat.

Nabila, buah hati ummi dan abi, bersediakah kau menjadi kebanggaan kami, jalan kami peroleh SurgaNya?.

Nabila sayangku, semoga seiring berjalannya hari2mu, selaras juga dengan kemajuan kepandaian, pengetahuan/ilmu dan kecerdasan fisik, mental, rohani, religi, ibadah mu. Serta kecintaanmu pada Allah SWT.

Anakku Nabila, begitu besarnya yang Allah telah beri, keluarga kecil yang indah, anak yg pintar dan salihah, amiin, insyaAllah. Semoga Allah selalu membimbing kita semua, mendapat ridloNya, bersama2 menggapai jannahNya.

Nabila, anakku sayang, terimakasih …

Ummi dan abi sayaaaang padamu …

Ina
Pernahkah, anak anda mengalami hal sedemikian rupa ...
The Corner punishment, kami menyebutnya. Untuk kesalahan/kenakalan yg dilakukan Nabila, maka 10 menit diam di pojok ruangan. Well, sekarang itu sudah tidak berlaku lagi. Dah ga mau disuruh diam bentar aja. Ya lumayanlah jepret sekali buat kenang2an ^_^.
Ina

Itulah kata yang kami ucapkan atas kedatangan Mas udin dan ibunda tercinta di Kota Liwa, tempat domisili kami sementara ini. Datang Jumat Pagi tanggal 20 Juni lalu, pulang Sabtu sore. Sangat singkat, ga sebanding sama perjalanannya. Secara Liwa itu mau ga mau dari Tanjung Karang, bandar lampung harus ditempuh jalur darat selama kurleb 5 jam.Padahal berangkat dari Demak, mampir ke Bekasi sebentar di tempat adiknya ibu (bule'). Mau naik pake pesawat juga tetep harus menempuh jalur Tanjung Karang - Liwa yg segitu lama dan jalannya berkelok2, maklum jalan menuju gunung hihi.

Terimakasih ibu dan mas udin yang udah nengokin kita, memberi kita charge semangat untuk slalu optimis, ingat kebesaran Allah, slalu bersyukur dan menikmati hidup.
Nabila seneeeeeng banget, palagi dikasih oleh2 baju, yg kitanya juga. Hasil jalan2 ibu di pekalongan.


Sayangnya di Liwa kurang hiburan, ya sudah akhirnya si abi sama Omnya Nabila ini maen PS di rumah. Jalan2nya juga cuman di deket2 aja, ga sempet ke Pantai, Danau Ranau dll. Hihi ... ibu dikasih tahu jalan ke Rumah dinas yg atas aja dah pengen pulang ke rumah aja, soale jalannya naik, sepi ga ada toko. Mangkanya itu pula pertimbangan kami ambil rumah yg di deket komplek perkantoran di bawah. Ya gitu deh tempat kami, penuh dengan kesederhanaan. Gpp, dinikamtin aja, toh ga lama ada disini. Doakan kami yaa ...
Hihi ... Lain kali ga usah kemari lagi ya bu, kasihan cape, biar kitanya aja yg pulkam ke Jawa :). Tunggu kami sebentar lagi, mungkin sekitar pertengahan puasa nanti.

Label: 7 komentar | edit post