Ina

hoho ... im back ...

Alhamdulillah di hari minggu ini yang santai dan bawaannya berleha2 kami sekeluarga diberikan kesehatan dan nikmat yang tak ternilai harganya, ketenangan lahir dan batin, insyaallah. Kebetulan, abi nabila lagi ada acara daurah dari hari sabtu di Langsa, so saya hanya berdua dengan Nabila, ya ditemenin wa' Pen seperti biasa sampai jam kerja sorenya. Seharian hari minggu ini, saya banyak browsing ke beberapa tempat, khususnya ke blog2 teman yang sudah lama tidak saya BW-in. Ternyata ga jauh beda dengan saya, moody-an dlm berposting. Dan pada akhirnya saya terdampar di blog salah satu temen kuliah saya.  Kesimpulannya, subhanallah, begitu mudahnya Allah membolak balikkan hati seorang insan. Saya membaca perjalanan hidupnya untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dg dukungan zauj tercintanya. Hingga dia sendiri pun punya cita2 tuk resign dr pekerjaannya, dan ingin membuka usaha sendiri di rumah, dengan alasan untuk bisa terhindar dari ikhtilat dan konsentrasi untuk mendidik serta merawat anak2 mereka nanti. 

Well, saya pun sudaaah lamaaaa ingin punya usaha sendiri. Namun sebagai side job. Saya masih terlalu egois untuk melepaskan pekerjaan saya yang menghabiskan waktu itu, dari jam 8 AM hingga 4.30 PM, dengan gaji bulanan yg tetap walau tak seberapa. Dengan keangkuhan saya, saya berpikir sudah sewajarnya orang bekerja dengan berharap mendapatkan perkembangan karier, baik itu dengan promosi jabatan dan banyaknya pelatihan2. Sekali lagi dengan keangkuhan saya, saya berkata pada diri sendiri, sudah banyak pengorbanan yang saya lakukan, hingga saya terdampar di sebuah instansi di sebuah kota yang jauh dari ibu kota, pengorbanan semata2 untuk mendampingi suami dg mobilitas yg tinggi. Lagi-lagi dengan angkuhnya, saya berkata, seharusnya saya tidak disini, saya bisa tinggal di kota dengan fasilitas lebih memadai dan mendapatkan beasiswa di kampus ternama untuk pendidikan yg lebih tinggi. 

Astaghfirullah ... saya memohon ampun padaMu Ya Allah. Perjalanan waktu dan lingkungan nyatanya telah membuat saya terpana akan fananya dunia. Grafik iman dan ketaqorruban pada sang illahi entah sampai di titik yang mana. Saya masih ingat di tahun 2007, ketika saya bersedih menangis sedu sedan sewaktu ibu saya tidak mengijinkan saya mengambil beasiswa s2 yg sudah saya dapatkan, padahal suami memperbolehkan. Ibu meminta saya untuk serius mengurus pindah di instansi dan kota yang sama dg suami sesegera mungkin. Ahirnya saya bersyukur setelah itu, karena keluarga saya sendiri, selalu mencoba untuk meluruskan jalan hidup saya, sesuai tugas dan kewajiban saya. Insyaallah cita2 melanjutkan pendidikan masih bisa diambil nanti yang penting kami bisa selalu bersama membina keluarga kecil kami.

Ya begitulah hidup up n down. Seperti yg saya sebut di atas, namanya org barkarier pasti ingin ada perkembangan, begitu pun saya. Wajar memang, asal jangan ngoyo. Begitu saya sampai di kota yg saya tinggali saat ini, setelah sekitar 2 bulan, saya mengajukan pengusulan jabatan fungsional sesuai dengan syarat2 yang saya miliki. Namun ternyata pejabat instansi setingkat propinsi ini tidak memberikan acc, dg alasan saya baru saja pindah, dan musti bersyukur karena masih bisa ikut pindah mendampingi suami. Seddih sekali rasanya pada saat itu. Agak ga terima dg perkataannya, masak pindah ke daerah sejauh ini musti bersyukur?, pdhl syarat2 yg ada sudah terpenuhi dan bahkan sudah konsultasi dg atasan yg lebih tinggi lagi di pusat, sudah bisa di acc. Lagi2, saya mendapat wejangan dari ibu untuk selalu bersabar, percayakan segalanya kepada Allah SWT, kalopun harus melewati jalan ini, mungkin bisa mencoba lagi nanti. Tak cukup itu, ternyata Allah pun mengkaruniakan ketenangan hati pada saya lewat tayangan berita sebuah stasiun TV, tentang perjuangan hidup seorang bapak dg 2 anak yg menjadi guru honorer sembilan tahun tanpa ada harapan untuk kepastian menjadi pegawai. Astaghfirullah, saya pun menjadi lebih bersyukur atas apa yg saya hadapi.

Iman naik turun. Dengan meminjam alibi dan faktor apologi lingkungan, saya terbawa kembali akan carier oriented. Saya ingin rasanya mendapat pelatihan2 di luar kota atau bahkan dari pusat demi kemajuan karier tentunya dan untuk penyegaran, ciee. Dan akhirnya saya terpaku ttg tulisan teman kuliah saya tersebut. Tentang betapa takutnya dia apabila mendapat giliran dinas luar. Sedapat mungkin dia hindari untuk menjaga ikhtlat. Wow ... ya sudah. Saya pun kembali merenung ... sebenarnya semua itu untuk apa?.  Ya Allah aku mohon ampun padamu, karuniakanlah padaku dan keluarga kami indahnya bersyukur atas segala nikmat yg Engkau berikan pada kami.


Ina
Note ini saya dapat dari seorang teman di FB. Dia mendapatkan dari seorang penulis Cina. Isinya sangat inspiratif. Judul sebenarnya adalah catatan seorang Ayah. Namun saya gubah dengan judul " Untuk suami istri Yang Saling Mencinta ". Saya juga telah men-share note ini di FB. Namun untuk pengingat saya, tak cukup rasanya saya publish disana, jadi saya publish juga disini. Dengan teriring doa, semoga perjalanan kehidupan cinta saya dan suami selalu harmonis, bahagia sejahtera, sakinah mawaddah warrahmah, amiin.
Oke, berikut tulisannya ...

Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar. Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya.

Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit. Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal-hal sepele dalam rumah tangga.

Setiap minggu, saat pulang kampung, saya tidak kuasa menahan diri untuk tidak menceritakan prihal rumah tangga pada ayah. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah tetap mendengarkan semua keluhan saya, dan setelah itu beliau berdiri dan masuk ke kamar. Tak lama kemudian, ayah keluar dengan setumpuk buku catatan dan diletakkan begitu saja di depan saya.

Sebagian besar buku-buku itu halamannya telah menguning, kelihatannya telah disimpan puluhan tahun. Sebenarnya ayah saya itu tidak mengenyam pendidikan yang layak, apa mungkin beliau menulis buku harian sebanyak itu?

Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Dari tulisannya memang tidak dapat disangkal bahwa itu memang tulisan tangan ayah. Agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas.

Saya segera tertarik dan mulailah saya membaca dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu. Semuanya merupakan catatan-catatan sepele, misalnya seperti yang tertulis di lembar pertama:
“Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya…”
“Anak-anak terlalu berisik, untung ada dia…”

Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak-anak dan terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, tak terasa air mata saya berlinang. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah, “Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu.”

Ayah menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak perlu kagum, kamu juga bisa.”
Ayah berkata lagi, “Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidak mungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan? Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara-gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel. Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah, waktu menulis kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih saja terus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu.”

Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, “Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?” Ayah hanya tertawa dan berkata, “Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang kala di malam hari, menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan, dan saling menertawakan satu sama lain… ha… ha… ha…”

Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba-tiba saya sadar akan rahasia dari kebahagiaan suatu pernikahan : Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari pasangan Anda. Lupakan segala kesalahannya.

Penulis: Zhao Qing/The Epoch Times)
Ina


Akhirnya kini saatnya saya share ttg pengalaman saya jalan2 bersama kluarga kecil kami jalan2 ke 3 negara dalam waktu 8 hari. Namun, sebelum masuk ke intinya saya perlu informasikan hal2 apa saja yg perlu dilakukan sblm melakukan perjalanan tersebut. 

Kebetulan perjalanan ini kami persiapkan dari 1 bulan sebelumnya, tepatnya kami membeli tiket 1 bulan sebelum keberangkatan. Pemesanan tiket ini pengaruh lho dg harga tiket. Semakin lama book biasanya akan semakin murah, tergantung moment dan jam keberangkatan. Misalnya dalam hal ini untuk pemesanan pada hari2 tertentu seperti hari libur sekolah, tahun baru dan hari2 penting lainnya akan menjadi mahal. Sedangkan yg dimaksud dg jam keberangkatan adh biasanya jam malam lebih murah.

Nah, selanjutnya yg kami lakukan setelah fix pemesanan tiket tersebut, kami mulai mengumpulkan informasi sebanyak2nya mengenai tujuan perjalanan kami. Lumayan buaaanyak info yg kami dapat dr brows2 di internet. Kami cetak artikel2 yg sekiranya penting, dan ga kerasa kayak kami mau bikin skripsi aja qiqiqi, lebay nih. Hal penting tersebut beberapa diantaranya adalah, obyek wisata yg perlu dikunjungi berikut map-nya, jalur transportasi berikut alat transportasinya beserta harganya, hotel, surat dan barang2 yg perlu dibawa dll.

Alhamdulillahnya dari tanya2 ke beberapa teman yg sudah melakukan perjalanan, kami malah mendapat banyak brosur yg diperoleh ketika melakukan perjanan tsb. Bahkan sahabat kami ini yaitu Ummu Raisah jauh2 mengirimkan dari Jakarta ke Kualasimpang, Aceh khusus buat kami. Selain itu adapula yang menceritakan pada kami, tentang paket2 tour yg mereka ambil untuk memudahkan acara jalan2. Ada yang bercerita hanya membayar 3,5 juta untuk ke Singapore dalam 4 hari itu include tiket pesawat dan hotel, namun makan ga termasuk di dalamnya. 

Nah setelah mengumpulkan informasi berikutnya adalah membuat schedule perjalanan untuk 8 hari di tiga negara. Nah dari sini kami mulai menemukan kekeliruan kami, yaitu kami berangkat dan pulang dari bandara yg sama di Kuala Lumpur, sehingga kami musti bolak balik ke KL, jadi kurang efisien. Berhubung nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau kita tetap harus melaksanankannya. Oh ya tiket ini kami peroleh dg harga murah lho hanya IDR 2.200.000,- pulang pergi Medan-KL pada jam sekitar 20.00 WIB. Dan itu bahkan bisa lebih murah bila kita memesannya beberapa hari lebih awal. Lalu, hal penting lain yg perlu dilakukan adalah membuat surat ijin cuti pada atasan hehe serta menyelesaikan beban kerja dan tanggungjawab yg ada pd kita sebelum keberangkatan. Ini pentiing bgt, agar kita nanti nyaman di perjalanan dan bisa traveling tanpa beban. Jadi lembur2 lah dulu bikin laporan tuk bersenang2 kemudian ^_^. And then good bye office, relakan kami berpiknik ria ...

Berikut ini adalah rencana jadual awal perjalanan kami, yg akhirnya ternyata ga meleset dari pelaksanaanya, 1 hari di KL --> 2 hari di Sg --> 2 hari di Penang --> 2 hari di Hadyai --> 1 hari di KL dan pulang. Nah secara singkat, saya uraikan di bawah ini ya, ntar detailnya lengkap dg foto2nya di postingan berikut aja yaa...

Hari Selasa, 23 Februari 2010 jam 20.55 WIB

Berangkat dari Polonia Medan, sampai di KL nginep di Hotel (dibantu 2 teman kami yg menjemput dan stay disana)

Hari Rabu, 24 Februari 2010

Start jalan2 KL. Awalnya kami tentukan petronas, masjid jamek, universitas dll, namun akhirnya kami ikutin guide dadakan kami disana hehe, berhubung kami belum tahu mengenai lokasi2 dan rutenya yg jelas.  Malamnya jam 12 kami start berangkat ke Singapore dari terminal Purduraya.

Hari Kamis, 25 Februari 2010

Kami sampai di Singapore, tepatnya di lavender jam 5.00 AM. Wah pagi banget nih. Akhirnya kami menuju rumah Mbak Nia, teman blogger kami di daerah Bedok dg Taxi. Pokoknya ucapan terimakasih tak terkira buat mbk Nia sekeluarga. karena selain copdar juga lumayaaan bgt buat ngirit pengeluaran kami hehe. Siangnya kami pun mulai kegiatan jalan2 kliling kota.

Hari Jumat, 26 Februari 2010

Kembali kami jalan2 mengelilingi Sing, khususnya lokasi yg belum kita kunjungi pada hari pertama, dan tetap dg menggunakan Hippo hop and off, paket perjalanan kota tuk wisatawan yg sebenarnya berlaku tuk 3 hari dg membayar SGD 33/orang. Sorenya kami melakukan perjalanan menuju Penang melewati terminal Larkin di Johor Bahru.

Hari Sabtu, 27 Februari 2010

Sampai di Butterworth, nyebrang ke Penang. Check ini hotel di Penang, istirahat bentar. Dan ternyata hotel kita dekat dg Masjid Kapiten Keling yg merupakan salah satu lokasi wisata di Penang, kedai muslim juga deket, alhamdulillah. Lalu kita kliling2 deh dg bus gratis yg merupakan fasilitas untuk wisatawan, tapi ternyata beberapa penduduk setempat banyak yg pake juga.

Hari Minggu, 28 Februari 2010

Keliling2 lagi, siangnya berangkat ke Hadyai pakai L300 yg memang sudah kami pesan sehari sebelumnya di kantor travel yg deket Komtar, masing2 MYR 30, termasuk buat Nabila yg child juga harganya sama.

Pada hari yg sama, kami sampai di Hadyai, tepatnya hanya sekitar 3,5 jam-an saja. Akhirnya kami cari hotel dibantu sama orang tuk2 langsung ke Lado Hotel. Alhamdulillah lagi, dapat hotel yg deket sama 2 rumah makan muslim. Murah lho hotelnya cuman bayar 460 baht (1 baht = Rp. 300,-) semalam dg 2 kasur double bed, AC, kulkas. Malamnya jalan2 pake kaki kliling2 yg deket2.

Hari Senin, 1 Maret 2010

Masih jalan2 di Hadyai-Songkla pake tuk2 ke beberapa lokasi termasuk pantai Shongkla yg kira2 1 jam dari pusat hadyai. Jalan2 kami ini dg tuk2 yg kami pesen tuk sekaligus ke lokasi2 yg kami tuju dg membayar 900 baht dari jam 11 AM - 17.00 AM.

Hari Selasa, 2 Maret 2010

Masih di Hadyai, jalan menuju masjid terdekat (harus dapet...). Ternyata agak jauh dari pusat kota. Tepatnya adalah Masjid Pakistan. Balik ke pusat kota, santai2. Jam 7 PM kita mulai perjalanan ke KL dg Konsortium Bus, dimana tiket tersebut telah kami pesan sehari sebelumnya. Karena baru kami tahu ketika kami pesan sehari sebelumnya di Travel Office nya, kalo tiket konsortium Bus ini selalu ramai dan penuh.

Hari Rabu, 3 Maret 2010

Hari ini adh jadual kepulangan kami. Tapi sebelum pulang pd malam harinya, kami sempatkan dulu ke Masjid Jamek yg belum kami kunjungi dan ke KLCC lagi untuk naik ke Skybridge yg pd hari pertama lalu tidak berhasil dapat tiket naik ke atas. Selanjutnya hunting oleh2 lagi di Pasar Seni, karena sepertinya yg kmrn blm cukup. Dan tahu tidak kali ini di KL, kami tanpa guide hehe. Ternyata sudah cukup expert buat keliling naik LRT endiri hehehe.  Sorenya kami ke bandara LCCT dg skybus/bus air asia dg membayar MYR 8/orang. Kami pikir bakalan nunggu lama disana sampai jam 20.00 pm jadual keberangkatan kami, ternyata kami waktunya mepet. Sampai2 ga bisa habisin makanan yg kami beli di Bandara. Dan berhubung namanya juga di LCCT, menuju ke pesawat kita musti jalan jauh hehe, cape deh ... But its ok. Akhirnya kami pulang dg membawa sejuta kenangan. Bye bye KL ...

Nah sementara segituh dulu ceritanya ... detil perjalanan, lokasi wisata, transportasi dan ongkosnya, disambung ntar lagi okeh ...


Ina

Kalo dihitung2 2 bulan lagi tuh ga lama. Untuk itu sebagai pengingat diri sendiri berikut saya post ttg tanda2 melahirkan. Walo sudah pernah mengalami, tapi biar lebih afdol aja begitu dan semoga bermanfaat pula untuk teman2 semua.

Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda.

Tanda-tanda persalinan:

Lendir Bercampur Darah
Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit.
Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.

Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:
Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.

Kontraksi Yang Teratur



Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Apa yang harus dilakukan:
Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.

Label: 0 komentar | edit post
Ina
Waah ga kerasa perut dah mblenduung aja. Tahu2 sekarang dah memasuki fase 30 minggu. Dan karena alasan itulah kemaren sempet ketahan di airport. Waah ngeri juga, padahal dah bawa surat keterangan dokter. Sampe2 saya bilang ke petugas bahwa i am guarantee that i am healthy. Namun, akhirnya dibolehin juga. Alhamdulillah, skrg dah balik ke rumah hehe ... 
Oh iya, waktu usia 29 minggu yg lalu, kami check ke dokter, kliatannya sih cowo dan semua dalam keadaan baik. Moga bener yaa .. doakan ya ...
Nah ... tanpa ba bi bu lagi, berikut saya paparkan sesuai di infoibu.com ttg perkembangan kehamilan di tri semester terakhir ...

Pada Trimester ke tiga ini perut anda sudah membesar. Anda sudah akan mempersiapkan untuk kehadiran si bayi baru dalam keluarga anda. Mungkin anda akan merasakan berbagai perasaan emosional yang berbeda-beda. Kegembiraan untuk bertemu bayi baru anda. Mungkin anda juga kuatir dengan kesehatan bayi anda. Anda mulai berfikir tentang persalinan. Dengan tambahan perubahan emosi ini, tubuh secara fisik juga mengalami perubahan pada trimester akhir ini.

Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester ke tiga:

SAKIT PUNGGUNG
Sakit pada punggung, hal ini karena anda meningkatnya beban berat yang anda bawa yaitu bayi dalam kandungan.

Pakailah sepatu tumit rendah; Hindari mengangkat benda yang berat; Berdiri dan berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak; Mintalah pertolongan untuk melakukan pekerjaan rumah anda sehingga anda tak perlu membungkuk terlalu sering; Pakailah kasur yang nyaman.

PAYUDARA
Keluarnya cairan dari payudara yaitu colustrum adalah makanan bayi pertama yang kaya akan protein.

KONSTIPASI
Pada trimester ke tiga ini konstipasi juga karena tekanan rahim yang membesar kedaerah usus selain peningkatan hormone progesterone.
Atasi dengan makanan berserat buahan dan sayuran serta minum air yang banyak, serta olahraga.

PERNAFASAN
Pada kehamilan 33-36 banyak ibu hamil akan merasa susah bernafas hal ini karena tekanan bayi yang berada dibawa diafragma menekan paru ibu.
Tapi setelah kepala bayi sudah turun ke rongga panggul ini biasanya pada 2-3 minggu sebelum persalinan pada ibu yang pertama kali hamil maka anda akan merasa lega dan bernafas lebih mudah . Selain itu juga rasa terbakar didada(heart burn) biasanya juga ikut hilang. Karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah tulang iga ibu.

SERING KENCING
Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan makin menekan kandung kencing anda.

MASALAH TIDUR
Setelah perut anda besar anda dan bayi anda menendang di malam hari anda akan menemukan kesulitan untuk dapat tidur nyenyak. Cobalah untuk menyesuaikan posisi tidur anda .

VARISES 
Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah panggul dan vena di kaki, yang menyebabkan vena menonjol.
Dan pada akhir kehamilan kepala bayi juga akan menekan vena daerah panggul.
Varises juga dipengaruhi factor keturunan.

Angkatlah kaki keatas ketika anda istirahat atau tiduran; Pakailah celana atau kaos kaki yang dapat mensupport anda, pakai dipagi hari dan lepaskan ketika anda pergi tidur; Jangan berdiri atau duduk terlalu lama, cobalah untuk berjalan-jalan.

KONTRAKSI PERUT
Braxton-Hicks kontraksi atau kontraksi palsu. Kontraksi berupa rasa sakit yang ringan, tidak teratur, dan hilang bila anda duduk atau istirahat

BENGKAK
Pertumbuhan bayi akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki anda, kadang tangan bengkak juga. Ini disebut edema, disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan retensi cairan.

KRAM KAKI
Ini sering terjadi pada kehamilan trimester ke 2 dan 3, dan biasanya berhubungan dengan perubahan sirkulasi, tekanan pada saraf dikaki atau karena rendahnya kadar kalsium.

CAIRAN VAGINA
Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada awal kehamilan biasanya agak kental dan mendekati persalinan lebih cair.
Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan anda.
Hubungi dokter anda bila cairan berbau, terasa gatal, sakit.


Wah rasanya begitu banyak keluhan yang terjadi selama kehamilan,---ya----tetapi kebahagian karena kehamilan anda akan cukup mengimbangi segala ketidaknyamanan ini. Kehamilan berisi pergorbanan yang banyak dari seorang ibu, tapi pada akhir dari semua ini, anda akan menyadari bahwa itu semua bernilai, dan waktu 9 bulan akan berlalu cepat dari yang sadari.

Label: 0 komentar | edit post